Oleh: erdha | November 2, 2009

Dalam Penantian

Siapa sih yang seneng disuruh menunggu. Tak juga aku. Sekian lamanya menunggu untuk mendapat jawaban dari seseorang yang sangat penting untuk hidupku saat ini. Jawaban darinya menentukan masa depanku…. dia adalah dosen pembimbingku… he.he.. :) Baca Lanjutannya…

Oleh: erdha | November 1, 2009

Satu Tahun sebagai Gelandangan

Translated from the presentation of Becky Blaunton, in www.ted.com

Dua setengah tahun lalu saat saya pertama kali menginjakkan kaki di negeri paman Sam, America, tepatnya di Honolulu Hawaii, ada satu hal yang mengikat perhatian saya yaitu Homeless atau sering kita sebut gelandangan. Meskipun demikian, tidak bisa sepenuhnya disamakan antara gelandangan di US dan gelandangan di Indonesia. Di Indonesia gelandangan adalah benar benar tidak punya rumah dan hidup di jalanan tanpa pekerjaan. Namun di US homeless hanyalah orang yang tidak bertempat tinggal dalam struktur bangunan. Mereka memiliki pekerjaan dan mereka bisa membeli makanan.

Baca Lanjutannya…

Oleh: erdha | Oktober 30, 2009

Beragama dan Ber-Tuhan itu tidak Logis?

Membahas tentang agama memang sangatlah personal dan tentu penuh dengan bias subjectivitas. Banyak yang tidak butuh Agama karena mereka merasa telah mampu mengatur lingkungan sosial dengan baik tanpa campur tangan sesuatu hal yang disebut Tuhan itu. Sehingga konsep Tuhan tidak lah perlu, karena sudah punya teknologi, orang orang penting yang menurut mereka telah mencukupi semua kebutuhannya. Mana Tuhan? toh tidak bisa dilihat, di dengar, disentuh atau diajak bicara” kata mereka. Baca Lanjutannya…

Oleh: erdha | Oktober 30, 2009

Jelajah Papua (1)

Papua adalah salah satu pulau yang ingin saya kunjungi sejak kecil. Ketika di Sekolah Dasar aku paling senang menghafal nama Papua sebagai Irian Jaya karena memang begitulah cara guru Ilmu Pengetahuan Sosial mengajarkan. Papua yang sekarang secara geografis juga merupakan Papua yang dulu. Ada perubahan dalam tananan administrasi baik Provinsi maupun jumlah kabupaten di Papua. Namun demikian Papua bagi saya tetap Papua, sebuah gambaran kehidupan yang lain yang membuat saya sering termenung, membayangkan bagaimana masyarakat Papua hidup dan melakukan aktivitas sehari hari.Gambaran seperti hidup tidak pakai baju, berkelompok, memasak dengan batu, dsb masih mewarnai bayangan saya tentang Papua.

Simak tulisan lepas berikut yang terangkum dalam essay sekedarnya. Tulisan bebas tanpa kerangka apalagi framework yang akan bercerita tentang pulau yang sangat kaya, exotic dan memukau ini. Tulisan lepas yang dibuat sekedar untuk menggoreskan pengalaman menginjakan kaki di Papua selama 10 hari dan pulang membawa Malaria yang bersembunyi di hati ku. Baca Lanjutannya…

Oleh: erdha | Mei 8, 2009

Enakan ngeGosip ata diGosipin?

by: Rindrasih Erda

Hayo ngaku, siapa di dunia ini yang belum pernah di gosipin atau ngegosipin? Aku yakin pasti gak ada yang luput dari virus mematikan ini. Virus ini sangat berbahaya, khususnya bagi otak, hati, ginjal, mata, telinga, mulut, tangan, kaki, rambut, hidung… semua mua deh pokoknya, akan diserang oleh virus gossip ini yang mematikan. Bahkan lebih parah lagi karena virus gossip ini mudah sekali menular dan sangat addicted, hampir tidak ada obatnya, satu orang terkena maka satu kampung bakalan kesakitan.

Kenapa virus gossip ini mematikan? Pertama, virus gossip ini mematikan karakter seseorang. Pernah dengar kata pembunuhan karakter? Nah… ini mungkin mirip mirip lah. Saat seseorang nggosip dia sama seperti membunuh karakter seseorang dan menggantinya dengan karakter yang dia label kan pada orang yang baru itu. Padahal label yang dia berikan belum tentu benar dan lebih buaaanyaak salahnya. Kalau apa yang dia gosipkan itu benar, tetap saja ada bias dalam penyampaian informasi, namun kalau gossip itu salah berarti jelas jelas si penggosip itu sudah membunuh. Makanya dalam Islam di bilang bahwa “fitnah lebih kejam dari pembunuhan”. Bisa dipahami kan kenapa lebih kejam? Kalau pembunuhan secara fisik, tentu si nyawa pergi dari badan dan kemudian bebas menentukan langkah di alam yang lain. Nah, coba kalau yang dibunuh karakter seseorang, si korban akan jungkir balik menjunjung label baru yang sama sekali dia tidak tahu. Dampak dari fitnah memang sangatlah besar dan menyakitkan bagi si korban, makanya si penggosip alias si pemfitnah sungguh di anggab keji dan tak berperasaan. Baca Lanjutannya…

By: Erda Rindrasih

Dalam sebuah conference yang diselenggarakan di Honolulu Hawaii, saya yang waktu itu mempresentasikan paper kelas yang berjudul “Prospect of Tourism for Aceh after Tsunami” mendengar selentingan tentang relevansi informasi jumlah hotel terhadap analysis pariwisata. Beruntung dan sebuah kehormatan bagi saya untuk bisa presentasi dalam event tersebut. Bertujuan untuk memberikan penjelasan kepada pihak tersebut, atau mungkin pihak pihak lain yang tidak sempat mengikuti presentasi saya atau pihak lain yang mengikuti namun tidak sempat bertanya, maka tulisan ini diharapkan mampu memberikan penjelasan yang semi comprehensive. Saya katakan semi comprehensive karena tulisan ini adalah berdasarkan professional judgment saya terhadap bidang ilmu pariwisata yang saya geluti beberapa tahun terakhir. Baca Lanjutannya…

Oleh: erdha | Mei 2, 2009

Hindarilah Saling Menggunjing (Ghibah)

Ditulis oleh Faisal Abdi

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”. (QS. Al Hujuraat : 11)

Allah swt telah memberikan kepada manusia begitu banyaknya karunia dan rahmatNya, dalam hal ini salah satunya adalah lidah kita sebagai sarana komunikasi lisan untuk menyampaikan informasi. Informasi yang disampaikan oleh seseorang bisa jadi hal yang sangat dibutuhkan orang lain demi kebaikan. Namun ada juga merupakan informasi mengenai perihal seseorang yang bisa jadi berita kejelekan seseorang. Dan ini lah perbuatan lidah yang sangat dibenci oleh Allah. Baca Lanjutannya…

Oleh: erdha | Mei 1, 2009

KISAH BERPISAHNYA ROH DARI JASAD

Dalam sebuah hadith daripada Aisyah r.a katanya, “Aku sedang duduk bersila di dalam rumah. Tiba-tiba Rasulullah S.A.W datang dan masuk sambil memberi salam kepadaku. Aku segera bangun kerana menghormati dan memuliakannya sebagaimana kebiasaanku di waktu baginda masuk ke dalam rumah. Nabi S.A.W bersabda, “Duduklah di tempat duduk, tidak usahlah berdiri, wahai Ummul Mukminin.” Maka Rasulullah S.A.W duduk sambil meletakkan kepalanya di pangkuanku, lalu baginda berbaring dan tertidur. Baca Lanjutannya…

Oleh: erdha | April 17, 2009

Setelah lama pasif

Apakah Anda menantikan tulisan saya selanjutnya? ah… saya yakin tidak :-) Meskipun demikian saya sendiri juga menunggu tulisan saya sendiri …

Ada banyak alasan kenapa seseorang menjadi pasif untuk mengisi blog blognya, terutama saya sendiri. Pada konteks ’saya’ yg sangat spesific ini, alasan tentang kesibukan sepertinya lebih bisa diterima dari pada mencari cari alasan yang lain. Meskipun hal tersebut klasik, tetap saja banyak orang yg seperti ’saya’ menggunakan keklasikan itu untuk memperoleh kemakluman.

Sukses untuk semua pembaca setia dan para pengeblog sejati…

Oleh: erdha | Oktober 28, 2008

Wahine, HI vs San Jose CA

24 Oktober 2008 lalu Wahine (Woman Volleyball) kampus bertanding melawan San Jose State California di Stan Sheriff Center, Hawaii. Melalui tiga set, Wahine menang telak.

Tulisan Sebelumnya »

Kategori