IED Mubarak 2014

Setiap malam Idul Fitri, hatiku bergetar aneh…, getaran yg sangat lain dari apapun juga. Getaran ini hanya kudapatkan dari raungan takbir yang bersahut sahutan, dari wanginya opor ayam yang dimasak ibu beserta ketupat lengkap, dari bau minyak tanah yang di nyalakan dengan kain seadanya sebagai sumbu, bau cap dari baju baru yang bercampur dengan bau ratusan tangan yang menyentuhnya, aroma dari bakso ojek yang dijual dengan sepeda, dan bahkan bau parfum ibu ibu bercampur minyak rambut bapak bapak di acara syawalan. Aku rindu getaran nuansa lebaran itu…. aku rindu….

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1435 Hj

Mohon Maaf Lahir dan Batin

MENCERMATI DESTINASI WISATA BERBASIS WARISAN BUDAYA KOTAGEDE

Berkunjung ke Jogjakarta tak lengkap rasanya jika tak menyempatkan ke Kotagede. Kotagede merupakan cikal bakal keberadaan Yogyakarta. Jika Jakarta punya Kotatua maka Jogjakarta punya Kotagede. Keberadaan Kotagede telah memperkaya khasanah destinasi pariwisata Jogja yang memang telah kaya dengan destinasi budayanya.

Sejarah mencatat bahwa Kotagede memiliki kaitan yang sangat erat dengan Kerajaan Mataram. Pada abad ke-8 wilayah Mataram merupakan pusat Kerajaan Mataram Hindu yang menguasai Pulau Jawa. Pada jaman tersebut, kerajaan Mataram memiliki kemakmuran dan peradaban yang luar biasa. Hal ini dapat dilihat dari hasil hasil kebudayaan yang tinggi seperti candi candi kuno dengan arsitektur megah. Enam abad kemudian, Kesultanan Pajang yang berpusat di Jawa Tengah, Sultan Hadiwijaya menghadiahkan Alas Mentaok (alas = hutan) yang luas kepada Ki Gede Pemanahan atas keberhasilannya menaklukan musuh kerajaan. Ki Gede Pemanahan beserta keluarga dan pengikutnya lalu pindah ke Alas Mentaok, sebuah hutan yang sebenarnya merupakan bekas Kerajaan Mataram Hindu dahulu.

Baca lebih lanjut

Tentang Marah

Sejak April tahun ini, hampir tak ada yang kutuliskan dalam Erda Ngobrol. Bukan apa apa, ini hanya soal waktu yang tidak sempat bukan tidak ada.  Waktu selalu ada, karena setiap hari memang 24 jam, tak pernah lebih dan tak pernah kurang.

Aku ingin menulis tentang MARAH …

Banyak orang berfikir marah itu penting. Penting untuk menunjukkan bagi orang lain kesalahannya. Kenapa aku pengen nulis marah? Tulisan ini tidak tiba tiba begitu saja muncul. Aku mengenal seseorang yang memiliki hobi marah.. terkadang tidak ketulungan. Ia mudah sekali marah pada hal hal yang sangat kecil sekalipun. Pada titik koma yang kurang di dalam tulisan, atau pada sebutir debu di meja kantornya. Itu sudah mampu membuatnya marah.

Baca lebih lanjut

Perjalanan

Aku berdiri dalam perjalanan waktu. Ia menempatkanku dalam bilik bilik kaca basah. Aku bisa dengan mudah melihat bilik bilik dibelakangku tapi tak bisa melihat bilik bilik di depanku. Peristiwa demi peristiwa telah terjadi dan menghiasi semua bilik bilik hidup. Orang orang hadir pada tiap bilik  biliknya. Namun hanya satu yang selalu ada sejak dulu dan kini. 

Aku berkaca pada pagi, dia tersenyum dan bernyanyi

Lalu siang menghampiri, teriknya menyengat kulitku

Sorepun hadir dengan lembayung jingga

Dan malam pun akan mendekap dalam diam

Seperti hidup ku, dilahirkan dalam kebahagiaan dan pertumbuhan, lalu diterpa ujian kehidupan untuk mendewasakan, masa senja akan datang dengan cahayanya, lalu pada akhirnya aku akan bermalam dalam diam. 

Ragaku boleh mati, tetapi hati dan jiwaku selalu bersama orang orang yang kucintai. 

Setelah malam ini, akan ada pagi yang jauh lebih indah…. 

INOVASI DAN KREASI PENGEMBANGAN PABRIK GULA SEBAGAI DESTINASI WISATA

Oleh: Erda Rindrasih

Abstract. Tulisan ini bermaksud untuk mengulas tentang pengembangan pariwisata berbasis warisan (heritage) dan buatan dengan mengambil kajian pabrik gula PT.PN X. Tujuan dari tulisan ini adalah: 1) memberikan gambaran umum tentang pariwisata berbasis heritage dan buatan sebagai dasar pijakan bagi pengelola wisata pabrik gula, 2) mengulas potensi pengembangan wisata pabrik gula berbasis sejarah, dan 3) memberikan rekomendasi pengembangan pemasaran inovatif dan kreatif destinasi heritage dan buatan pabrik gula PT.PN.
Kata Kunci: pabrik gula, destinasi, wisata, inovasi, kreatif, pemasaran

PENDAHULUAN
Inovasi dan daya kreasi sangat diperlukan dalam pengemasan pariwisata. Keberadaan destinasi yang menarik tidaklah cukup untuk membawa wisatawan datang. Kedatangan wisatawan itu sendiri juga tidaklah cukup jika mereka tidak mendapatkan kepuasan saat mengunjungi destinasi. Oleh karena itu di dalam pengembangan pariwisata dan pengelolaan destinasi wisata perlu mempertimbangkan aspek kualitas pelayanan pariwisata disamping kuantitas pengunjung suatu obyek wisata.

Baca lebih lanjut

Wisata atau Mati

 
NUSANTARA – YOGYAKARTA
Rabu, 02 Januari 2013 , 05:01:00

JOGJAKARTA - Bermaksud menikmati indahnya pantai, tiga turis justru celaka. Mereka digulung ombak Pantai Somandeng, Gunungkidul, Jogjakarta, Selasa (1/1). Seorang korban selamat, sedangkan dua orang lain belum ditemukan.
     Baca lebih lanjut

Part of “FROM BORNEO TO HAWAII”

novelku perdana

Hajra kembali menghelanapas. Kali ini, seolah ada serat-serat lembut di hatinya.Untuk sesaat, berbagai pertimbangan berkelebat dibenaknya. Menikah di Amerika? Tinggal di sini? Mungkin akan sangat menyenangkan menikah dengan Josh yang berkecukupan, populer, dan tampan. Apa yang kurang? Tapi, apakah ini yang ia cita-citakan?

Bentangan Hawaii-Indonesia membuat ikatan yang terjalin antara Hajra dan Mizan mengendur. Mizan pun terpaksa memenuhi permintaan ibunya untuk menikah dengan gadis lain, meninggalkan Hajra yang terluka. Pertemuannya dengan Joshua tidak hanya mencairkan kebekuan hatinya, melainkan juga menyeret Hajra ke dalam putaran konflik antara Joshua dan ayahnya mengenai proyek pembangunan Dream Land dan perjuangan menyelamatkan lingkungan.

Meskipun Hawaii telah membuka cakrawalanya tentang beragam budaya dan kepercayaan yang jauh berbeda dengan keyakinannya selama ini, hati Hajra masih bimbang. Dan, lamaran Joshua pun membawanya kepersimpangan dilematis antara menjadi istri lelaki yang telah membuntutinya sejak tahun pertamanya di Hawaii itu dan bersikap liberal, atau menolaknya dan mempertahankan kepercayaannya..

Akankah Hajra menerima pinangan Joshua? Mampukah jarak mempertahankan rasa yang ada? Bagaimana akhir kisah cinta sepasang insan yang terhalang perbedaan benua, budaya, dan agama ini? Hutan Borneo menjadi pembuktian bahwa ketika sebuah hubungan tak bisa bersatu karena perbedaan yang merenggangi, love will find its own way.