<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Erda ngobrol ...</title>
	<atom:link href="http://erdha.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://erdha.wordpress.com</link>
	<description>&#34;The whole of science is nothing more than a refinement of everyday thinking.&#34;</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Nov 2009 10:02:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='erdha.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/ced4e9ed7bcb20284df65ad2896ea60b?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Erda ngobrol ...</title>
		<link>http://erdha.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://erdha.wordpress.com/osd.xml" title="Erda ngobrol &#8230;" />
		<item>
		<title>Terimakasih sahabat, namamu tertera di hati</title>
		<link>http://erdha.wordpress.com/2009/11/11/terimakasih-sahabat-namamu-tertera-di-hati/</link>
		<comments>http://erdha.wordpress.com/2009/11/11/terimakasih-sahabat-namamu-tertera-di-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 10:02:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erdha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tombo Ati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erdha.wordpress.com/?p=255</guid>
		<description><![CDATA[Cobaan pasti datang disaat yang tepat. Itulah setidaknya hikmah yang saya dapatkan dari peristiwa beberapa hari terakhir ini. Tepat disini adalah tepat waktu dan tepat momentnya. Entah kenapa laptop saya, yang sudah menemani saya bergelut dengan waktu dalam menyelesaikan semua tugas tugas kuliah ini tiba tiba rusak, tepat saat saya sangat membutuhkannya. Saat dimana saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erdha.wordpress.com&blog=1309306&post=255&subd=erdha&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Cobaan pasti datang disaat yang tepat. Itulah setidaknya hikmah yang saya dapatkan dari peristiwa beberapa hari terakhir ini. Tepat disini adalah tepat waktu dan tepat momentnya. Entah kenapa laptop saya, yang sudah menemani saya bergelut dengan waktu dalam menyelesaikan semua tugas tugas kuliah ini tiba tiba rusak, tepat saat saya sangat membutuhkannya. Saat dimana saya harus merevisi draft pertama thesis saya. Beruntung saya sudah membackup beberapa tulisan dan analysis terakhir, meskipun raw data interview dan record semua gak bisa diakses lagi.<span id="more-255"></span></p>
<p>Saya habiskan tiga hari untuk mondar mandir dari satu tempat ke tempat lain untuk extract data. Di US lain sekali dengan Indonesia, di Jogja apalagi dengan mudahnya mendapatkan teman yang bisa mengambil data dan membantu dengan suka rela. Namun, di US, semua harus dihitung dengan uang. Ada charge untuk biaya service, biaya diagnosis dan biaya perbaikan. Jika di total saya bisa menghabiskan sampai $ 200 sekitar hampir 2 juta rupiah untuk itu.</p>
<p>Sebenarnya, persoalan bukan masalah uang&#8230;ya mungkin juga sih. Tetapi karena saya harus menunggu sampai 1 atau 2 minggu. Dan selama itu saya tidak bisa berbuat apa apa. Sesudah dua minggu saya sudah harus defense. AKhirnya misalnya usaha untuk memperbaiki di profesional itu dijalani tetap saja saya tidak mendapatkan data dalam waktu cepat. Ini ujian bagi saya. Harus mengambil keputusan cepat dan tepat.<br />
Akhirnya, saya coba bicara dengan dosen pembimbing tentang persoalan yang saya hadapi. Saya tanyakan apakah revisi thesis saya akan merecall data awal. Karena itu lah inti dari persoalan. Alhamdulillah, Professor saya mengatakan tidak perlu. Hati tenang rasanya sesudah itu.</p>
<p>Ada satu hal yang sangat membuat saya terkesan ke Proffessor saya adalah saat dia bilang ke saya &#8220;Don&#8217;t panic, everything will be OK&#8221;&#8230; wow&#8230; sebuah kalimat yang membuat perasaan jadi tenang.., setidaknya itu diucapkan oleh yang saya worry about.</p>
<p>Hal lain yang gak pernah akan saya lupakan adalah support dari temen temen di HI. Mereka adalah keluarga saya kedua di sini. Seorang teman melihat komputer saya dan mencoba menanyakan ke temannya di Indonesia melalui chatting, sungguh membuat saya terkesan akan usahanya. Thanks to <strong>mbak Endri</strong><em>,</em> teman yang menyenangkan. Seorang teman lagi selalu memberikan support setiap kali saya merasa down mengingat data yang hilang itu. Kalimat kalimat yang dia ucapkan membuat saya kembali semangat dan terus tabah dengan ini. Terimakasih Kak Melinda moata, seorang pengajar di Politeknik Negeri Kupang, she is the best listener ever.</p>
<p>Seorang teman dari Malaysia, yang sedang mengambil Phd di Social work department, masakannya sungguh enak belum ada yang mengalahkan. Tak hentinya menelpon saya untuk mengajak makan bersama. Rasa hati seperti ibu yang memperhatikan selalu isi perut saya. Bahkan kadang hingga dia lebih ingat saya makan apa belum dari pada saya sendiri. Terimakasih untuk Kak <strong>Sharima Abbas</strong>. Dia jugalah yang saat ini meminjamkan laptop nya sebagai penyambung nyawa thesis saya. Tak terkira ucapan terimakasih untuknya.</p>
<p>Seorang teman lagi yang tak kalah baik dari Malaysia, the best public speaker ever. Dengan tulusnya meminjamkan hpmini yang cute banget. Sampai sampai aku bangga membawanya kemana mana meskipun barang pinjaman. Setiap kali saya bawa netbook itu ke kampus, setiap kali itu juga orang orang disekitar saya bilang &#8216;Oh&#8230; so .. cute&#8221;. Membuat saya lupa sedikit akan sedihnya mengulang tulisan tulisan yang belum di backup lagi. Terimakasi untuk mbak <strong>Nezia.</strong></p>
<p>Rupanya, saya telah merepotkan banyak sekali teman disini. Seorang teman yang sedang belajar Libraries Study, membantu mencopot hardisk dari laptopnya dengan peralatan secanggih Mc Gaffer alias obeng. Beruntung dia punya obeng kecil itu, emang barang sepele tp begitu pentingnya saat itu. Dengan kecekatannya dia membongkar laptop dan mendapatka hard disknya. Terimakasih untuk <strong>Erenst Ruslan.</strong></p>
<p>Mungkin teman yang satu ini begitu special, kenapa? karena dia adalah president East West Center Participants&#8230; alias orang nomer satu di Hale Manoa, Hale Kuahine and Hale Halawai. Dengan lembutnya menawarkan casing hard disk nya untuk melindungi hardisk saya. Sehingga dengan begitu saya bisa mencoba mencoloknya di berbagai laptop untuk dicoba. Thanks banget untuk Miss <strong>President Helen Wong</strong>..</p>
<p>Seorang teman yang datang dari Argentina juga membuat saya terkesan. Dialah yang selalu menawarkan dengan very nice jika saya perlu ke service center. Kebetulan dia punya moped kecil. <strong>Mayco Santaella</strong>, yang juga sekarang meminjamkan hard disk 500 GB untuk menjadi tempat transfer data dari hard disk saya yang rusak. Terimakasih mas Mayco.</p>
<p>Tak lupa juga satu teman yang baik sekali. Seorang dekan di universitas swasta di Aceh dan juga dosen di salah satu universitas ternama di Aceh. Begitu baik hatinya bapak ini sehingga menemani saya mengerjakan thesis menggunakan public computer di Burn Halls EWC. Dimana saat malam, burn halls begitu nampak mengerikan apalagi ditambah banyak nya cerita hantu bule perempuan yang sering menyapa mahasiswa yang kerja sampai larut. Beruntung, sangat effektiv malam itu sehingga saya bisa menulis cukup banyak dan ditemani pak <strong>Saifullah</strong> dengan sabarnya meski sambil buka facebook.. terimakasih pak Saifullah.</p>
<p>Masih banyak lagi yang tidak bisa dijelaskan perannya satu persatu disini (<strong>Slamet, Kak Yati, Hitomi, Mas Hatim, Mas Agung, Pak Saifuddin, Mbak Ajeng, etc</strong>). Saya kira tulisan inipun tidak akan mewakili rasa terimakasih saya. Yang jelas, saya hanya ingin menuliskan untuk diri saya sendiri bahwa saya harus tetap bersyukur dalam kondisi apapun itu.</p>
<p>Ternyata bila saya menengok dan mencoba mengambil hikmah dari peristiwa itu, saya sangat beruntung berada diantara mereka. Saya ingat seorang teman pernah bilang dengan merujuk pada kalimat Rasulullah, &#8220;<em>Jika engkau hijrah untuk kebaikan janganlah takut kehilangan teman, apabila engkau meninggalkan 100 teman di tempat lamamu maka engkau akan mendapat 100 teman di tempat barumu&#8221;</em>.</p>
<p>Alhamdulillahh</p>
<p>&nbsp;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erdha.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erdha.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erdha.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erdha.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erdha.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erdha.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erdha.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erdha.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erdha.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erdha.wordpress.com/255/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erdha.wordpress.com&blog=1309306&post=255&subd=erdha&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erdha.wordpress.com/2009/11/11/terimakasih-sahabat-namamu-tertera-di-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc43cf9cebcc99443af2f99d56e6d50c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">erdha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dalam Penantian</title>
		<link>http://erdha.wordpress.com/2009/11/02/dalam-penantian/</link>
		<comments>http://erdha.wordpress.com/2009/11/02/dalam-penantian/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 07:08:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erdha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tombo Ati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erdha.wordpress.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[Siapa sih yang seneng disuruh menunggu. Tak juga aku. Sekian lamanya menunggu untuk mendapat jawaban dari seseorang yang sangat penting untuk hidupku saat ini. Jawaban darinya menentukan masa depanku&#8230;. dia adalah dosen pembimbingku&#8230; he.he..   
Sudah lebih dari satu minggu aku submit draft thesis Plan b ku, dan baru satu dosen memberikan komentar tanpa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erdha.wordpress.com&blog=1309306&post=252&subd=erdha&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Siapa sih yang seneng disuruh menunggu. Tak juga aku. Sekian lamanya menunggu untuk mendapat jawaban dari seseorang yang sangat penting untuk hidupku saat ini. Jawaban darinya menentukan masa depanku&#8230;. dia adalah dosen pembimbingku&#8230; he.he.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  <span id="more-252"></span></p>
<p>Sudah lebih dari satu minggu aku submit draft thesis Plan b ku, dan baru satu dosen memberikan komentar tanpa penjelasan. Dia baru akan memberikannya hari Senin. Detik detik menantinya cukup membuat aku hilang semangat, termasuk makan, minum dan aktivitas lainnya. Yah, namun demikian setiap detik harus tetap berguna. Karena detik detik itu tidak akan pernah kembali. Dari pada sepi dalam penantian, sebaiknya kutuliskan saja keresahan ini.</p>
<p>Ya ALLAH, berilah kemudahan hamba dalam berjalan menyusuri waktu yang telah engkau tetapkan. Jika itu berat maka berilah hamba kekuatan untuk mampu mengangkatnya, jika itu gelap maka berilah hamba cahaya untuk meneranginya, jika itu sakit maka berilah hamba obat untuk menyembuhkannya, jika itu sendu maka berilah hamba senyum untuk mencerahkannya. Dan apabila itu terlalu indah maka berikanlah hamba kelegaan untuk selalu rendah hati dan qonaah. aminn.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erdha.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erdha.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erdha.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erdha.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erdha.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erdha.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erdha.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erdha.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erdha.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erdha.wordpress.com/252/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erdha.wordpress.com&blog=1309306&post=252&subd=erdha&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erdha.wordpress.com/2009/11/02/dalam-penantian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc43cf9cebcc99443af2f99d56e6d50c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">erdha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Satu Tahun sebagai Gelandangan</title>
		<link>http://erdha.wordpress.com/2009/11/01/satu-tahun-sebagai-gelandangan/</link>
		<comments>http://erdha.wordpress.com/2009/11/01/satu-tahun-sebagai-gelandangan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 01:28:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erdha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Ilmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erdha.wordpress.com/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[Translated from the presentation of Becky Blaunton, in www.ted.com
Dua setengah tahun lalu saat saya pertama kali menginjakkan kaki di negeri paman Sam, America, tepatnya di Honolulu Hawaii, ada satu hal yang mengikat perhatian saya yaitu Homeless atau sering kita sebut gelandangan. Meskipun demikian, tidak bisa sepenuhnya disamakan antara gelandangan di US dan gelandangan di Indonesia. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erdha.wordpress.com&blog=1309306&post=242&subd=erdha&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Translated from the presentation of Becky Blaunton, in <a href="http://www.ted.com/">www.ted.com</a></p>
<p>Dua setengah tahun lalu saat saya pertama kali menginjakkan kaki di negeri paman Sam, America, tepatnya di Honolulu Hawaii, ada satu hal yang mengikat perhatian saya yaitu <em>Homeless</em> atau sering kita sebut gelandangan. Meskipun demikian, tidak bisa sepenuhnya disamakan antara gelandangan di US dan gelandangan di Indonesia. Di Indonesia gelandangan adalah benar benar tidak punya rumah dan hidup di jalanan tanpa pekerjaan. Namun di US homeless hanyalah orang yang tidak bertempat tinggal dalam struktur bangunan. Mereka memiliki pekerjaan dan mereka bisa membeli makanan.</p>
<p><span id="more-242"></span></p>
<p>Saya mencoba menulis presentasi dari Becky Blaunton yang saya dengar dari <a href="http://www.ted.com/">www.ted.com</a>. Presentasi yang dia sampaikan membuat saya harus berdecak dan menarik nafas panjang atas pengalaman hidup yang mengesankan. Becky, seorang perempuan setengah baya setelah 22 tahun menjadi jurnalis, dia memutuskan untuk tak terlihat di society. Dia memutuskan tinggal di mobil van meninggalkan rumah dan pekerjaannya. Awal dari perjalanannya menjadi homeless, dia sangat senang dan merasa akan hidup dalam tantangan.</p>
<p>Hari hari pertama, Becky berfikir bahwa dia sedang berkemah di luar rumah untuk satu tahun. Becky tinggal di dalam van dan melakukan aktivitas sehari hari di dalam van. Van dilengkapi dengan kasur untuk tidur, kompor gas untuk memasak, dan beberapa peralatan lain untuknya hidup. Dia membawa serta anjing dan kucingnya di van itu. Untuk keperluan mandi dan buang air, Becky menggunakan fasilitas toilet umum yang tersedia di kota itu. Hari terus berlalu dan musim berganti. Saat panas terik sekali dia harus keluar dari van dan berteduh di bawah pohon. Saat musim dingin tiba, van tidak cukup memberikan kehangatan untuk suhu di bawah nol derajat. Suatu saat, ketika salju turun Becky tidak mampu berjalan menuju toilet umum (55 feet) dan keluar dari van karena sangat dinginnya. Akhirnya dia menggunakan ember sebagai toilet darurat. Dia pun pernah berurusan dengan polisi beberapa kali karena membuat kotor dan berisik. Selama setahun Becky berpindah pindah dari tempat parkir ke tempat parkir. Namun, dia lama tinggal di tempat parkir sebuah super market besar di US (Wall-mart).</p>
<p>Dalam tahun itu Becky tetap bekerja sebagai jurnalist. Namun, rupanya hari hari yang dia lalui di van membuat dia kehilangan talenta untuk menulis, dia merasa intelegentnya turun. Dia tidak lagi memiliki inspirasi untuk berkarya. Otaknya menjadi tumpul dan tidak memiliki inisiatif dan daya kreatif untuk menulis. Pandangan orang terhadap dirinya pun menjadi turun. Cara orang menatap dan memperlakukannya sebagai homeless, cara orang berlalu di hadapannya sebagai orang yang hidup di van, membuatnya kehilangan nilai dan integritas di lingkungan sosial. Teman temannya mulai beralih dan menjauh. Becky kehilangan jati dirinya sebagai manusia di lingkungan sosial. Sampai akhirnya Becky menemukan dirinya dalam kondisi depressi.</p>
<p>Becky datang ke sebuah klinik depressi untuk mendapat treatment, atas saran teman, setelah dia sadar bahwa dia benar benar depressi dan kehilangan semangat untuk hidup. Bahkan terlintas di benaknya saat itu untuk bunuh diri. Dokter memberikan obat anti depressi dan terus memberikan bimbingan padanya. Dia berkata pada dirinya sendiri :” <em>If I kill my self no one will notice</em>”, kalaupun saya bunuh diri tak ada yang akan perduli.</p>
<p>Setelah mengikuti treatment, sedikit demi sedikit dia kembali pulih. Lalu dia memutuskan untuk mengakhiri petualangannya menjadi homeless bohongan. Kembali ke apartement dan bergaul dengan tetangga kembali.</p>
<p>Salah satu koleganya menerbitkan essay yang dia tulis selama menjadi homeless. Becky pergi ke toko buku dan membaca tulisannya sendiri, saat itulah dia menangis. Dia menangis mengingat pedih hidupnya di dalam van, mencoba untuk bertahan hidup dalam sebuah kungkungan persepsi masyarakat terhadap struktur bangunan. Meskipun hanya homeless yg direncanakan, namun dia merasakan depressi yang luar biasa. Sehingga dia tidak bisa membayangkan bagaimana dengan homeless yang sesungguhnya.</p>
<p>Maka tak heran kalau banyak homeless yang bunuh diri di US atau meninggal karena cuaca buruk dan sakit. Tak heran pula banyak homeless yang menggunakan uang &#8220;food stamp&#8221; untuk membeli alkohol dan minum minum.</p>
<p>Ada tiga hal penting yang dapat kita pelajari dari pengalaman Becky . <strong>Pertama</strong> bangunan ternyata mempengaruhi nilai dari seseorang di lingkungan sosial. Memang nampaknya cuma bangunan, namun disitulah sebuah kehidupan dibuat. Sebuah harapan di tuliskan pada dinding dinding kontruksi. Dinding dinding yang menyerap kelelahan dan keletihan, menghilangkan segala depressi sehari hari dan membuat manusia lebih terlihat. <strong>Kedua</strong>, cepatnya persepsi negatif mempengaruhi kenyataan. Pada dasarnya hidup di van dan hidup di bangunan adalah sama. Namun kenapa Becky tetap depressi. Ternyata bukan van nya, namun persepsi masyarakat terhadap dirinya yang membut dia depressi. <strong>Ketiga,</strong> gelandangan bukanlah cara hidup namun cara berfikir. Cara berfikir tentang diri kita sendiri akan mempengaruhi kenyataaan terhadap diri kita sendiri. Dia mampu keluar dari cara berfikir bahwa dia adalah gelandangan dan berpindah untuk berfikir bahwa dia adalah seorang jurnalis dengan kesempatan yang sama seperti orang yang hidup di bangunan itulah yang menolong dia sehingga dia lepas dari depressi dan mendapatkan jati dirinya kembali.</p>
<p>So, saya kira kita bisa jadikan ini sebuah framework bagi program program untuk anak jalanan dan para gelandangan di Indonesia. Pertama, sediakan struktur bangunan yang permanen dan menjadikan meraka merasa nyaman di dalamnya. Kedua, ubah persepsi masyakarat terhadap gelandangan. Bahwa gelandanganpun juga dapat memiliki harapan bahwa mereka adalah juga manusia seperti lainnya yang hidup dalam bangunan. Ketiga, ubah cara berfikir gelandangan itu terhadap dirinya sendiri. Bahwa mereka bukanlah manusia tidak berguna. Berikan kepercayaan diri dan berikan nilai bahwa mereka berguna untuk lingkungan sosial mereka. Satu yang penting adalah tumbuhkan &#8220;HARAPAN&#8221; untuk hidup lebih baik.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erdha.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erdha.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erdha.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erdha.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erdha.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erdha.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erdha.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erdha.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erdha.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erdha.wordpress.com/242/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erdha.wordpress.com&blog=1309306&post=242&subd=erdha&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erdha.wordpress.com/2009/11/01/satu-tahun-sebagai-gelandangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc43cf9cebcc99443af2f99d56e6d50c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">erdha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Beragama dan Ber-Tuhan itu tidak Logis?</title>
		<link>http://erdha.wordpress.com/2009/10/30/beragama-dan-ber-tuhan-itu-tidak-logis/</link>
		<comments>http://erdha.wordpress.com/2009/10/30/beragama-dan-ber-tuhan-itu-tidak-logis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 10:14:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erdha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Temuan Temuan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erdha.wordpress.com/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[Membahas tentang agama memang sangatlah personal dan tentu penuh dengan bias subjectivitas. Banyak yang tidak butuh Agama karena mereka merasa telah mampu mengatur lingkungan sosial dengan baik tanpa campur tangan sesuatu hal yang disebut Tuhan itu. Sehingga konsep Tuhan tidak lah perlu, karena sudah punya teknologi, orang orang penting yang menurut mereka telah mencukupi semua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erdha.wordpress.com&blog=1309306&post=201&subd=erdha&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Membahas tentang agama memang sangatlah personal dan tentu penuh dengan bias subjectivitas. Banyak yang tidak butuh Agama karena mereka merasa telah mampu mengatur lingkungan sosial dengan baik tanpa campur tangan sesuatu hal yang disebut Tuhan itu. Sehingga konsep Tuhan tidak lah perlu, karena sudah punya teknologi, orang orang penting yang menurut mereka telah mencukupi semua kebutuhannya. Mana Tuhan? toh tidak bisa dilihat, di dengar, disentuh atau diajak bicara&#8221; kata mereka. <span id="more-201"></span></p>
<p>Ada juga alasan karena tidak mau diatur oleh sesuatu aturan di luar dirinya sendiri. Itu salah satu jawaban yang pernah saya dengar. Aku adalah aku yang berhak mengatur apapun yang akan aku kerjakan dan apa yang akan aku putuskan terhadap diriku. Tidak ada sesuatu aturan pun yang membuat aku HARUS melakukan itu. Dia menganggap beragama itu aneh dan mempersulit diri sendiri. Karena hidup hanya diserahkan pada sebuah aturan sosial yang stupid yang mempengaruhi mereka dalam pengaturan waktu, pengaturan motivasi, pengaturan kegiatan dan lain lain. Jadi dia tidak mau beragama karena dia mau bebas menjalani hidup tanpa doktrin dari sebuah kelompok orang.</p>
<p>Benarkah Tuhan itu tidak LOGIS, dan hanya milik orang-orang penghayal saja, coba simak sedikit pemikiran iseng menggunakan kuadran matematika berikut</p>
<p>Penahkah Anda membuat matriks dengan empat kuadran?</p>
<p>Lalu coba isi masing2 kuadran dengan persilangan antara Tuhan Ada, Tuhan Tidak ada dan beragama atau tidak beragama. Maka akan kita dapat matrix 1: tuhan ada dan beragama, kemudian matrix 2: tuhan tidak ada dan tidak beragama, matrix 3: tuhan ada dan tidak beragama dan matrix yg ke 4 : tuhan tidak ada dan tidak beragama. Coba kita liat konsekuensi dr masing masing matrix.</p>
<p>Matrix 1: <strong>Tuhan Ada dan Beragama. </strong></p>
<p>Orang2 yg hidup dalam matrix ini akan memperoleh ketenangan dengan menjalankan agama dengan kepercayaan penuh bahwa ketika nanti meninggal maka dia akan bertemu dengan Tuhannya. Taruh lah skor <strong>100</strong></p>
<p>Matrix 2: <strong>Tuhan Tidak ada dan Tidak beragama. </strong></p>
<p>Orang2 yg hidup dalam matrix ke dua tidak akan mendapatkan apa apa, toh Tuhan tidak ada, jikalaupun dia tidak beragama maka tidak ada yg akan menghukumnya bahkan memasukkan dia ke dalam neraka. Hidup hanyalah untuk makan, minum, kerja, dan mengumpulkan harta dan kepuasan. Setelah meninggal berhentilah hidup itu. Begitu saja, singkat dan simple&#8230;Taruhlah <strong>50</strong></p>
<p>Matrix 3: <strong>Tuhan Ada dan Tidak Beragama. </strong></p>
<p>Orang orang yg hidup memilih matrix ini nampaknya akan mengalami kesialan yg abadi. Karena toh Tuhan ada kok ya bisa bisa dia tidak beragama. Orang dalam matrix ini tentu saja merugi karena dia tidak beragama sedangkan Tuhan punya jaminan surga untuk mereka namun tidak mereka ambil kesempatan itu. Taruhlah Anda dapat <strong>0</strong></p>
<p>Matrix 4: <strong>Tuhan Tidak ada dan Beragama. </strong></p>
<p>Orang orang yg hidup di matrix ini, akan hidup dengan berkeyakinan bahwa Tuhan ada. Mereka hidup dengan tunduk dan terus percaya bahwa Tuhan ada, mengatur hidup dengan tujuan jangka panjang. Jika kenyataannya Tuhan tidak ada pun hidupnya masih tetap teratur dengan norma dan pegangan hidup yg terjaga. Memang saat meninggal hidup selesai krn Tuhan tidak ada, tp selama hidup di dunia paling tidak dia merasa tenteram dengan menumbuhkan rasa percaya dalam dirinya bahwa Tuhan ada. Taruhlah<strong> cuma 50<br />
</strong></p>
<p>Nah&#8230;, apakah masih berfikir Tuhan itu tidak Logis? Kalau mau aman, cukup beragama saja dan percayalah bahwa Tuhan itu ada. Resiko tidak beragama itu lebih besar 3:1 di banding dengan yang beragama 1:3&#8230;</p>
<p>Kalau mengaku scientist dan berfikir logis, harusnya bisa mikir bahwa logikanya beragama lebih aman&#8230;</p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  just simple tought</p>
<p>&nbsp;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erdha.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erdha.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erdha.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erdha.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erdha.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erdha.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erdha.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erdha.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erdha.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erdha.wordpress.com/201/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erdha.wordpress.com&blog=1309306&post=201&subd=erdha&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erdha.wordpress.com/2009/10/30/beragama-dan-ber-tuhan-itu-tidak-logis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc43cf9cebcc99443af2f99d56e6d50c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">erdha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jelajah Papua (1)</title>
		<link>http://erdha.wordpress.com/2009/10/30/jelajah-papua-1/</link>
		<comments>http://erdha.wordpress.com/2009/10/30/jelajah-papua-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 09:42:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erdha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Ilmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erdha.wordpress.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[Papua adalah salah satu pulau yang ingin saya kunjungi sejak kecil. Ketika di Sekolah Dasar aku paling senang menghafal nama Papua sebagai Irian Jaya karena memang begitulah cara guru Ilmu Pengetahuan Sosial mengajarkan. Papua yang sekarang secara geografis juga merupakan Papua yang dulu. Ada perubahan dalam tananan administrasi baik Provinsi maupun jumlah kabupaten di Papua. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erdha.wordpress.com&blog=1309306&post=222&subd=erdha&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Papua adalah salah satu pulau yang ingin saya kunjungi sejak kecil. Ketika di Sekolah Dasar aku paling senang menghafal nama Papua sebagai Irian Jaya karena memang begitulah cara guru Ilmu Pengetahuan Sosial mengajarkan. Papua yang sekarang secara geografis juga merupakan Papua yang dulu. Ada perubahan dalam tananan administrasi baik Provinsi maupun jumlah kabupaten di Papua. Namun demikian Papua bagi saya tetap Papua, sebuah gambaran kehidupan yang lain yang membuat saya sering termenung, membayangkan bagaimana masyarakat Papua hidup dan melakukan aktivitas sehari hari.Gambaran seperti hidup tidak pakai baju, berkelompok, memasak dengan batu, dsb masih mewarnai bayangan saya tentang Papua.</p>
<p>Simak tulisan lepas berikut yang terangkum dalam essay sekedarnya. Tulisan bebas tanpa kerangka apalagi framework yang akan bercerita tentang pulau yang sangat kaya, exotic dan memukau ini. Tulisan lepas yang dibuat sekedar untuk menggoreskan pengalaman menginjakan kaki di Papua selama 10 hari dan pulang membawa Malaria yang bersembunyi di hati ku. <span id="more-222"></span>Tepatnya di Provinsi Papua Barat, di Kota Manokwari, saya berkesempatan untuk bergaul dengan masyarakat di Papua. Kota Manokwari tepat berada di kelapa burung Pulau Papua. Kota yang berada di tepi pantai dan merupakan kota pesisir. Terdapat beberapa pulau di sekitarnya yang mempercantik kota ini. Laut lepas yang biru menghasilkan kekayaan ikan laut segar yang enaknya tak terkira.</p>
<p>Menumpang sebuah proyek penataan ruang kawasan, zonasi tata ruang dan managemen pengelolaan sampah Kota Manokwari saya merasa beruntung menjadi bagian dari tim Focus Group Discussion. Sebenarnya ada dua tim yang bertugas dalam proyek ini, satu tim bertugas dalam pengukuran fisik, kartografis dan GIS sedangkan tim yang satu bertugas untuk menjaring aspirasi di masyarakat melalui FGD, dan saya berada pada tim kedua mengemban tuga menjadi fasilitator.</p>
<p>FGD merupakan salah satu metode penjaringan aspirasi yang dilaksanakan melalui diskusi terbatas baik terbatas pada jumlah peserta yang berpartisipasi maupun terbatas pada topik yang dibicarakan. Selain sebagai metode penjaringan aspirasi, FGD telah menjadi metode unggul untuk memperoleh keputusan tentang sebuah perencanaan. Dalam bidang ilmu perencanaan kota, esensi FGD menjadi bagian utama untuk memberikan gambaran keinginan masyarakat. Sebagaimana banyak di ketahui bahwa paradigma perencanaan saat ini telah dicoba untuk digeser dari metode top-down ke bottom up, FGD menjadi alat untuk itu.</p>
<p>Kendati demikian metode ini tidak sepenuhnya sakti. Banyak faktor, baik internal maupun eksternal yang mempengaruhi validitas dari metode FGD. Sebagai contoh: peserta yang ikut apakah sudah merepresentasikan jumlah masyarakt yg terwakili, apakah fasilitator mampu membawa forum dalam pembicaraan yg diinginkan, apakah alat dan bahan mendukung, lalu juga termasuk faktor bagaimana hasil FGD dianalisis dan disintesis menjadi sebuah informasi bagi pengambilan keputusan.</p>
<p>Baiklah, terlepas dari FGD yang sudah kita bicarakan dalam beberapa paragraf diatas saya menemukan hal hal yang menarik untuk di tulis. Meskipun bukan dalam sebuah tulisan yang akademis dengan bahasa yang tinggi, saya lebih suka menulisnya bebas dalam blog ini.</p>
<p><strong>Senyum Papua</strong></p>
<p>Entah kenapa, senyum masyarakat Papua khususnya yang masih asli begitu indah di mata saya. Saya tidak bilang secara perorangan namun secara general ya, terutama orang orang yang saya temui di jalan, di pasar, di FGD, di mall, di hotel, di banyak sudut kota di Papua. Saya percaya bahwa senyum dan tatapan mata adalah sebuah jendela hati. Sebagai pelancong, saya melihat masyarakat Papua cukup ramah dan sangat welcome terhadap pendatang. Tidak menafikan persoalan sosial dan ekonomi di Papua yang membuat adanya segregasi ringan antara pendatang dan masyarakat asli saya melihat masyarakat Papua mampu menjadi masyarakat yang terbuka menerima pemikiran baru.</p>
<p>Hal yang membuat saya berkesimpulan demikian didukung oleh setiap mop-mop yang mereka buat. Bagi yang belum tahu mop adalah cerita lucu dan pendek yang diceritakan di forum orang Papua. Mop Papua sangat terkenal karena lucunya. Saya mengobservasi dari sekian mop yang saya dengar, mereka lebih banyak membuat mop yang mengangkat kelucuan diri mereka sendiri. Tentang perbedaan budaya baru, ketololan dan kebodohan mereka, tentang mop orang sorong, tentang mop anak anak ada juga bahkan mop yang porno. Saya kira itu menjadi ciri khas masyarakat Papua yang cukup menarik untuk dijadikan tradisi tertawa turun menurun.</p>
<p>Observasi saya yang lain, mop menjadi cara paling jitu untuk &#8220;ice breaking&#8221;. Dalam process fasilitasi yang saya jalankan, kejenuhan dan kelesuan masyarakat kadang muncul. Mop menjadi alat saya untuk membuat mereka tertawa, segar kembali, tidak mengantuk dan siap untuk diskusi persoalan selanjutnya.</p>
<p><strong>Tingkat Pemahaman dan antusiasme</strong></p>
<p>Saya ingin menggarisbawahi bahwa saya berbicara bukan tingkat pendidikan, namun tingkat pemahaman. Selama memfasilitasi diskusi dengan masyarakat Papua di empat districts di Kota Manokwari, saya bisa katakan bahwa tingkat pemahaman masyarakat terhadap informasi baru sangat baik. Terkait dengan open minded mereka dalam menerima orang asing datang, mereka juga cukup bisa memahami informasi dan instruksi yang saya berikan.</p>
<p>Ketika bicara tingkat pendidikan maka kita bicara tentang berapa tahun sekolah yang terselesaikan, dan saya tidak menganjurkan itu sebagai dasar untuk melihat tingkat pemahaman. Meski diantara mereka banyak yang hanya mampu menyelesaikan sekolah dasar, namun mereka dapat memahami instruksi yang saya berikan. Menerjemahkannya dalam bentuk tulisan dan gambar. Pengetahuan mereka terhadap lingkungan sekitar juga cukup tinggi. Meskipun ada indikasi mereka sulit untuk membuat gambaran dua dimensi di dalam sebuah kertas. Saya  yakin, jika ada keseriusan untuk terjun langsung memajukan masyarakat Papua baik NGO, maupun pemerintah akan ada sambutan yang baik dari masyarakat.</p>
<p><strong>Hak Ulayat</strong></p>
<p>Inilah yang unik dari Papua dibandingkan daerah lain di Indonesia. Memang mungkin ada beberapa daerah di kawasan timur Indonesia yang masih mengenal sistem ulayat selain Papua. Tidak ada definisi sebelumnya tentang Hak Ulayat, tp saya coba definisikan sesuai dengan apa yang saya dapat di lapangan. Hak Ulayat, adalah hak atas kepemilikan lahan oleh sekelompok atau group. Di Papua sekelompok orang ini yang dimaksud biasanya adalah suku atau keluarga. Jadi sebuah lahan dimiliki secara komunal bersama sama oleh lebih dari satu orang.</p>
<p>Bagi masyarakat yang telah lebih modern, sistem hak ulayat memberikan tantangan dalam pengaturan maupun pemanfaatanya. Hal ini disebabkan karena kepemilikan tanah tidak jelas, dan sekelompok orang tersebut juga identitas dan personelnya juga tidak pasti. Anggota keluarga besar dapat pergi lama dan tiba tiba kembali menuntut haknya. Persoalan bisa juga terjadi si Ayah telah memberikan lahan kepada pemerintah dan si Anak ternyata minta ganti rugi. Yang lebih menjadi PR bagi pemda setempat adalah persoalan batas yang masih belum jelas. Saya pernah bertanya pada salah satu masyarakat Papua untuk mendelineasi kepemilikan lahan keluarga Mandacan, mereka mengatakan batasnya adalah tebing, sungai dan pohon. Bukan salah batas tersebut, karena memang begitulah masyarakat dulu membatasi daerah kekuasaanya. Namun, batas tersebut sangat riskan dan tidak pasti. Bagaimana jika pohon tersebut tumbang, sungainya banjir atau tebingnya longsor? Nah, maka pencatatan menggunakan GPS (Global Positioning System) haruslah dijadikan penekanan utama pemda.</p>
<p>Meskipun nampaknya mudah dalam pendataan hak ulayat, namun ternyata sudah lebih dr 60 tahun pemda tidak mampu juga untuk menyelesaikan persoalan hak ulayat. Terbukti selama saya di Manokwari, saya menyaksikan dua sekolah dasar yang ditutup oleh pemilik lahan karena mereka menuntut ganti rugi dari pemda. Alhasil, anak anak SD harus pulang kerumah dan tidak ada proses belajar mengajar. Nah, persoalan seperti ini akhirnya memicu ketidakstabilan dalam masyarakat.<br />
Hak Ulayat sebagai warisan sistem landownership tradisional haruslah di perbarui dengan sistem yang lebih bisa mengakomodasi dua kepentingan. Disini saya tidak bilang bahwa hak ulayat itu buruk, namun perlu duduk bersama antara semua stakeholder untuk bicara tentang persoalan ini. Karena dari pengamatan saya, persoalan ini inti dari semua kebijakan atas penggunaan lahan, zonasi maupun tata ruang. Yang pada akhirnya menjadi warna bagi kota Manokwari. Tidak akan bisa berkembang kota ini jika persoalan ini belum terpecahkan dengan benar.</p>
<p>Sisi positif dari warisan sistem kepemilikan lahan ini adalah adanya keinginan dan kelegaan untuk berbagi. Sebuah masyarakat yang komunal akan lebih sensitif pada persoalan sharing resources. Mereka memiliki tendency untuk tidak menguasai sumber daya untuk diri mereka sendiri. Mereka akan membaginya kepada orang orang terdekat seperti keluarga, sesama suku, ataupun orang lain yang menurut mereka layak untuk di share. Sehingga tingkat egoisme di dalam masyarakat setidaknya bisa ditekan.</p>
<p>Saya yakin bahwa hal ini juga mempengaruhi bagaimana mereka berfikir tentang pengalokasian waktu, uang, asset dan juga pemikiran. Akan ada faktor orang lain yang menjadi penting untuk mereka sebelum mengambil keputusan dalam penggunaan sumber daya. Kalau Anda pernah dengar tentang Social Capital, yang bisa diartikan sebagai modal sosial, maka saya berpendapat bahwa modal sosial di masyarakat Papua cukup tinggi. Hanya saja, perlu ada simulasi dan penelitian lebih mendalam tentang hal ini.</p>
<p><strong>Buang Sampah itu ya di Laut</strong></p>
<p>Sebuah budaya yang sangat mengiris hati saya di Manokwari adalah sebuah pengakuan bahwa bagi mereka laut adalah tempat sampah. Dimana mereka bisa membuang apa saja ke laut. Kalau dulu ketika sampah yang dihasilkan oleh masyarakat masih berupa sampah organik, laut masih mampu untuk mendigestnya sehingga tidak tertimbun dan berbahaya bagi lingkungan. Namun, pada konteks saat ini sampah yang mereka hasilkan adalah lebih beragam yaitu kertas, plastik, kaleng, sisa pembakaran, rumah tangga, bahan bangunan, metal, dll Dimana tidak hanya kuantitasnya yang jauh lebih banyak karena jumlah penduduk juga tinggi, namun juga bahwa sampah tersebut tidak dapat diurai oleh laut dan oleh bakteri pengurai di tanah. Makanya, saat pasang datang, menyisakan tumpukan sampah yang sangat banyak di laut.</p>
<p>Saya ikut merasakan resahnya pemerintah daerah terhadap kondisi tersebut. Dari ngobrol2 dengan mereka, ternyata banyak program yang telah di jalankan oleh pemerintah untuk menangani hal ini, tetapi nyatanya belum juga berhasil. Pengadaan tong sampah, tempat pembuangan akhir dan juga pengadaan mobil dan prasarana sampah telah dimulai. Tetapi banyak yang masih perlu untuk dibenahi di berbagai sisi. Tulisan ini tidak bisa menyentuh faktor2 yang menjadi persoalan dalam pengelolaan sampah di Manokwari, tetapi dari sekilas observasi menunjukkan bahwa baik petugas sampah maupun masyarakat belum benar benar serius memikirkan ini. Mmmm&#8230;.Sekali lagi aksi bersama itu yang penting&#8230;.., jadi ingat dulu tahun 2003 saya menggerakkan semua anak2 SMA di jogja untuk bersih Malioboro pada Hari Bumi April. Ya memang simple, tapi saya berusaha memberikan pesan besar bagi mereka bahwa membersihkan itu tidak membuat kotor tangan kita, justru membuat bersih hati kita dan jiwa kita.</p>
<p>Ngobrol ngobrol dengan masyarakat Papua, sebagian besar mereka sadar bahwa membuang sampah di laut itu membuat kotor. Tetapi mereka mengaku bahwa tidak ada pilihan yang lain. Mereka tidak punya alat transportasi untuk membawa sampah ke tempat pembuangan sampah yang berjarak sekitar 1 km dr tempat mereka. Belum ada sistem yang diperkenalkan untuk mengelola ini, karena memang sejauh ini belum ada persoalan sampah selain hanya tidak sedapnya pandangan di mata. Padahal, kalau mereka tahu bahwa nyamuk malaria yang menjadi endemik di Papua sangat senang hidup di sampah yang basah dan tergenang air, saya yakin mereka pasti dengan senang hati untuk mulai merubah cara hidup dalam membuang sampah.</p>
<p><strong>Ikan Bakar</strong></p>
<p>Nikmatnya ikan bakar, udang bakar di bakar di tepi pantai &#8230; pasir putih&#8230;. dengan arang lokal dan bumbu khas Papua&#8230;&#8230;., tak tahan rasanya&#8230; . Mau tau nikmatnya, simak tulisan saya lagi selanjutnya&#8230; he..he.., salam damai untuk Indonesia</p>
<p>to be continued &#8230;&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erdha.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erdha.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erdha.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erdha.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erdha.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erdha.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erdha.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erdha.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erdha.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erdha.wordpress.com/222/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erdha.wordpress.com&blog=1309306&post=222&subd=erdha&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erdha.wordpress.com/2009/10/30/jelajah-papua-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc43cf9cebcc99443af2f99d56e6d50c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">erdha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Enakan ngeGosip ata diGosipin?</title>
		<link>http://erdha.wordpress.com/2009/05/08/enakan-ngegosip-ata-digosipin/</link>
		<comments>http://erdha.wordpress.com/2009/05/08/enakan-ngegosip-ata-digosipin/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 May 2009 11:36:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erdha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini Erda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erdha.wordpress.com/2009/05/08/enakan-ngegosip-ata-digosipin/</guid>
		<description><![CDATA[by: Rindrasih Erda
Hayo ngaku, siapa di dunia ini yang belum pernah di gosipin atau ngegosipin? Aku yakin pasti gak ada yang luput dari virus mematikan ini. Virus ini sangat berbahaya, khususnya bagi otak, hati, ginjal, mata, telinga, mulut, tangan, kaki, rambut, hidung… semua mua deh pokoknya, akan diserang oleh virus gossip ini yang mematikan. Bahkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erdha.wordpress.com&blog=1309306&post=215&subd=erdha&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>by: Rindrasih Erda</p>
<p>Hayo ngaku, siapa di dunia ini yang belum pernah di gosipin atau ngegosipin? Aku yakin pasti gak ada yang luput dari virus mematikan ini. Virus ini sangat berbahaya, khususnya bagi otak, hati, ginjal, mata, telinga, mulut, tangan, kaki, rambut, hidung… semua mua deh pokoknya, akan diserang oleh virus gossip ini yang mematikan. Bahkan lebih parah lagi karena virus gossip ini mudah sekali menular dan sangat addicted, hampir tidak ada obatnya, satu orang terkena maka satu kampung bakalan kesakitan.</p>
<p>Kenapa virus gossip ini mematikan? Pertama, virus gossip ini <em>mematikan karakter seseorang</em>. Pernah dengar kata pembunuhan karakter? Nah… ini mungkin mirip mirip lah. Saat seseorang nggosip dia sama seperti membunuh karakter seseorang dan menggantinya dengan karakter yang dia label kan pada orang yang baru itu. Padahal label yang dia berikan belum tentu benar dan lebih buaaanyaak salahnya. Kalau apa yang dia gosipkan itu benar, tetap saja ada bias dalam penyampaian informasi, namun kalau gossip itu salah berarti jelas jelas si penggosip itu sudah membunuh. Makanya dalam Islam di bilang bahwa “fitnah lebih kejam dari pembunuhan”. Bisa dipahami kan kenapa lebih kejam? Kalau pembunuhan secara fisik, tentu si nyawa pergi dari badan dan kemudian bebas menentukan langkah di alam yang lain. Nah, coba kalau yang dibunuh karakter seseorang, si korban akan jungkir balik menjunjung label baru yang sama sekali dia tidak tahu. Dampak dari fitnah memang sangatlah besar dan menyakitkan bagi si korban, makanya si penggosip alias si pemfitnah sungguh di anggab keji dan tak berperasaan.<span id="more-215"></span></p>
<p>Kedua, virus gossip <em>mematikan positive thinking</em>. Maaf bagi yang cinta tanah air, saya coba cari padanan kata positive thinking di bahasa Indonesia agak sulit, oke oke… kita pake berfikir tambah gitu aja ya..ah..tapi aneh. Kenapa positive thinking mati saat di gosipin mau nggosip? Begini, seseorang yang suka nggosip punya tendensi untuk melihat hanya pada hal hal buruk seseorang semata. Segala kejadian yang menimpa seseorang selau dilihat dari sisi gelapnya saja. Selalu ada praduga, ada prasangka yang itu menunjukkan adanya penyakit hati di penggosip tersebut. Bukan hanya bagi si penggosip, bagi orang yang pernah di gossipin pun pasti akan merasa was was ketika bertindak… begini salah begitu salah, akhirnya dia juga bernegative thinking bahwa orang disekelilingnya akan berfikir buruk tentang dia, padahal belum tentu. Alhasil, biasanya ada dua opsi yang dia pilih yaitu salah tingkah atau cuek bebek. Keduanya sebenarnya bukan pilihan yang bener bener tepat sih, salah tingkah bikin hati tidak tenang salah salah bisa ngancurin acara. Nah kalo cuek bebek kayaknya sih pilihan yang diambil banyak orang, tapi menurutku tetep ada lemahnya, yaitu kita jadi gak mengindahkan kata orang, punya tendensi untuk mengacuhkan warning kesalahan di sekitarnya. Sampai sampai banyak yang punya slogan “anjing menggonggong kafilah tetap berlalu”.</p>
<p>Keempat, virus gossip <em>mematikan hidayah</em>. Wuihh… aku agak grogi nulis tentang hidayah. Hidayah yang satu ini bukan Hidayah anak kampung sebelah, atau Neng Hidayah yang jualan sate tiap sore, tp hidayah yang lain. Aku ngeliatnya bahwa hidayah ini adalah sebuah bisikan baik dari hati nurani. Persoalan datangnya dari mana bisikan baik itu, nah itu tergantung kepercayaan masing masing. Bagi mereka yang religious mereka akan berfikir itu adalah petunjuk Tuhan, namun bagi yang sekuler bolehlah bilang itu inspirasi. Semuanya ok lah.. Hidayah bisa mati kalau kita suka bergosip atau gak kuat di gossip. Misalnya dengan reaksi emosi, menggunakan kata kata kotor untuk mengumpat, hingga membalas dendam dengan gossip yang lain. Wah kalau sudah begini, jadi kacau balau jadinya.</p>
<p>Di postinganku terdahulu ada beberapa alasan kenapa seseorang sampai bergosip ria tanpa sadar bahaya bagi dirinya dan lingkungannya. Coba dikutip sejenak, orang menggosip biasanya karena: 1)ingin mempererat hubungan perkawanan. Yoo sambil nggosip biar dikira paling tau dan jadi teman curhat yang asyik, padahal yg namanya curhat on air itulah 99% nya ngomongin orang dari ngomongin diri sendiri… he..he. (sory statisticnya gak valid, cuma biar keliatan ada kuantitative analysis gitu bo).</p>
<p>2) cemburu, iri, dengki, srei dll. Pernah dengar gak istilah ‘iri tanda tak mampu’ ? banyak loh yang sebelum nggosip sudah berusaha untuk menyaingi si korban, tp biasanya gagal sehingga dia mencoba mencari cara lain untuk membuat dirinya keliatan lebih baik atau minimal sejajar. Ah… ini pikiran yang salah. Karena setiap orang tuh ada lebih dan kurangnya, ada saat manusia keliatan bagusnya dalam setiap komunitas dan ada juga sedang keliatan gak bagusnya. Ini cuma persoalan waktu saja kok, jadi sabar saja dan tetap berusaha jadi orang baik, tentu nanti orang akan melihat dan menghargai kita. So, kalau sudah ada tanda tanda minder dalam hati, iri atas kesuksesan orang, cemburu, dll, coba stop pikiran pikiran itu, segera minum obatnya. Obatnya,  coba dekati si orang yang engkau cemburui, jalin pertemanan dan belajarlah dari dia kenapa dia bisa sukses, bukan malah njelek-njelekin dia.</p>
<p>3) meredakan amarah. Eh sobat terhormat. Ini juga gawat nih!! Ada tipe orang yang gak suka bilang terbuka kalau hatinya gak enak. Jadi kekesalan itu disimpen terus, sampai numpuk di dalam hati. Inget loh.. hati itu Cuma kecil, paling gak lebih dari semangkok mie ayam aja, jadi jangan diisi dengan kekesalan yang terus menerus. Ada saat hati gak muat lagi untuk menampung pecahan pecahan emosi yang tidak berguna itu. Isi hati dengan permata kebijaksanaan dan doa. Baiknya sih coba di bicarakan dengan si empu yang bikin kita marah tu, bicara baik baik tentang kesalahan dia dan bahwa dia sudah menyakitimu. Supaya lega hati mu. Persoalan dia mau minta maaf atau tidak, itu bukan lagi urusan yang harus di pikirkan. Dari pada nunggu nunggu kata maaf, sudah berikan saja maaf itu sebelum dia memintanya. Jadi hatimu lebih tenang. Biarkan si dia juga berfikir dan berinstrospeksi diri. Jika cara penyampain yang baik dan tenang biasanya si dia akan sadar dan justru berterimakasih kepadamu. (ups..tp jangan juga berharap dia berterimakasih … lakukan dengan ikhlas aja…)</p>
<p>4) guyonan dan lelucon. Emang seru sih bercandaan dengan mengorbankan orang lain. Ngata ngatain orang, ngomentarin orang semaunya, wuihhh serasa seperti hakim saja kale. Jangan salah, itu juga dibilang gossip n ada bahaya nya juga. Kalau kamu liat perempuan gemuk banget yang jalan di depanmu, trus kalian lagi ngobrol berdua, salah satu dr kamu nyletuk, “Gendut amat tuh cewek”…nah itu juga dah dosa tuh! So, ati ati dengan mulut ya. Mending juga nyanyi nyanyi dari pada ngomongin orang. Trus, kalo lelucon gak usah ngorbanin orang deh… emang enak kita dipake maskot buat sebuah komunitas tertentu. No no&#8230;no…</p>
<p>Sory, tulisan ini tidak memuat solusi yang lebih sistematis. Aku akui aja deh, karena emang sepertinya masih sulit ada obatnya. Karena obatnya cuma kekebalan tiap individu dalam menghadapi si penggosip, komunitas penggosip ataupun gossip itu sendiri. Nah kalo ditanya gimana biar kebal dari virus gossip kita bisa coba dengan selalu berpositive thinking untuk diri sendiri maupun orang lain, jangan mau diajak ngomongin orang, kalau ada temen mulai ngomongin orang coba diingatkan dan ajak dia ngomongin positivenya orang itu aja, and bina hubungan baik dengan banyak orang setulus tulusnya. Trus kalau kamu lagi digosipin coba bilang dalam hati, “untung cuma satu dari sejuta aib ku yang ketauan” he..he..</p>
<p>Satu lagi yang paling pasti manjur yaitu DOA… jangan ketawa lu…! Tuhan aja bisa bikin kamu, bisa bikin bapak n ibumu, bisa bikin bumi n langit, masak menutup aib orang saja tidak mampu. Berdoa saja untuk minta ditutup aib kita ini dan minta kekuatan untuk bisa menjaga mulut kita ini dari perkataan yang tidak berguna.</p>
<p>Salam manis dengan senyum manis dari ku</p>
<p>Erda</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erdha.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erdha.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erdha.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erdha.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erdha.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erdha.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erdha.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erdha.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erdha.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erdha.wordpress.com/215/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erdha.wordpress.com&blog=1309306&post=215&subd=erdha&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erdha.wordpress.com/2009/05/08/enakan-ngegosip-ata-digosipin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc43cf9cebcc99443af2f99d56e6d50c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">erdha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Informasi Jumlah Hotel Perlu dalam Analysis Pariwisata?</title>
		<link>http://erdha.wordpress.com/2009/05/04/mengapa-informasi-jumlah-hotel-perlu-dalam-analysis-pariwisata/</link>
		<comments>http://erdha.wordpress.com/2009/05/04/mengapa-informasi-jumlah-hotel-perlu-dalam-analysis-pariwisata/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 May 2009 22:24:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erdha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Ilmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erdha.wordpress.com/?p=211</guid>
		<description><![CDATA[By: Erda Rindrasih
Dalam sebuah conference yang diselenggarakan di Honolulu Hawaii, saya yang waktu itu mempresentasikan paper kelas yang berjudul “Prospect of Tourism for Aceh after Tsunami” mendengar selentingan tentang relevansi informasi jumlah hotel terhadap analysis pariwisata. Beruntung dan sebuah kehormatan bagi saya untuk bisa presentasi dalam event tersebut. Bertujuan untuk memberikan penjelasan kepada pihak tersebut, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erdha.wordpress.com&blog=1309306&post=211&subd=erdha&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>By: Erda Rindrasih</p>
<p>Dalam sebuah conference yang diselenggarakan di Honolulu Hawaii, saya yang waktu itu mempresentasikan paper kelas yang berjudul “Prospect of Tourism for Aceh after Tsunami” mendengar selentingan tentang relevansi informasi jumlah hotel terhadap analysis pariwisata. Beruntung dan sebuah kehormatan bagi saya untuk bisa presentasi dalam event tersebut. Bertujuan untuk memberikan penjelasan kepada pihak tersebut, atau mungkin pihak pihak lain yang tidak sempat mengikuti presentasi saya atau pihak lain yang mengikuti namun tidak sempat bertanya, maka tulisan ini diharapkan mampu memberikan penjelasan yang semi comprehensive. Saya katakan semi comprehensive karena tulisan ini adalah berdasarkan professional judgment saya terhadap bidang ilmu pariwisata yang saya geluti beberapa tahun terakhir.<span id="more-211"></span></p>
<p>Di Indonesia sendiri bidang ilmu pariwisata tidaklah begitu mendapat prioritas di hati lulusan SMU yang ingin melanjutkan kuliah. Hal ini kemungkinan di karenakan masih adanya anggapan bahwa pariwisata bukanlah theory namun praktis semata. Saya kira anggapan tersebut salah besar. Pariwisata bukanlah hanya sekedera praktis, karena bukankah definisi theory adalah kumpulan dari praktis dan di sarikan dalam bentuk pengetahuan sehingga orang dimasa depan dapat belajar dari tindakan masa lalu yang bisa katakan sebagai eksperimen dengan alam dan kota sebagai laboratoriumnya. Pariwisata yang didukung oleh basis usaha kecil dan menengah ternyata adalah sector yang mampu bertahan di hempas krisis. Pariwisata juga menjadi industry terbesar di dunia yang melibatkan semua actor baik nasional maupun international.</p>
<p>Dalam bukunya, Geography of Tourism, Douglass Pierce (1982) seorang ahli pariwisata dan geograf menerangkan bahwa untuk mengetahui perkembangan sebuah kegiatan pariwisata disuatu wilayah diperlukan lima element penting diantaranya; attraction, accommodation, transportation, facility, and infrastructure. Kelima element itu sangat penting untuk diperhatikan sebagai sebuah dasar baik untuk perencanaan pariwisata, study/evaluasi pariwisata maupun untuk monitoring pariwisata. Apabila salah satu element tersebut tidak ada maka tentu saja akan terjadi kesenjangan di dalam pelayanan pariwisata untuk wisatawan. Atraksi dalam hal ini adalah, barang/jasa yang dijual untuk menarik wisatawan. Hal ini bisa berupa benda seni, atraksi budaya, atraksi alam, maupun event (peristiwa). Accomodasi dalam hal ini adalah hal hal yang diperlukan untuk menimbulkan kenyamanan bagi wisatawan secara basic need, misalnya seperti: makanan, minuman, tempat tinggal. Sehingga fungsi hotel, rumah makan sangat essensial untuk mendukung process tersebut. Sedangkan untuk transportasi, fasilitas dan infrastructure lebih banyak pada fungsi pemerintah setempat sebagai pemangku kebijakan untuk menyediakan fasilitas tersebut. Elemen elemen ini tidak semata mata sesuatu yang mudah begitu saja ada. Mulai dari process perencanaan, pembangunan, perhitungan cost benefit, impact assessment, isu lingkungan, maintaining hingga pelibatan masyarakat dalam process tersebut memperumit atau bisa di buat bahasa positivenya memperkuat relasi diantara masing masing element. Terdapat pula perhitungan matematis dan kuantitative dengan formula khusus untuk mengevaluasi ketersediaan element pariwisata terhadap tingkat pelayanan.</p>
<p>Melalui penjelasan di atas tentunya sudah sangat jelas bagi penanya, bahwa hotel baik jumlahnya, ketersediaan kamarnya, jumlah hunian hotelnya, length of stay nya dan bahkan hingga jumlah penduduk lokal yang tinggal di hotel tersebut adalah perhitungan yang sangat penting. Informasi tentang jumlah dan ketersediaan merupakan basic informasi untuk mengetahui tingkat kemajuan kegiatan pariwisata disuatu daerah. Tentang apakah data tersebut di dapat melalui survey (lebih dikenal dengan primary data gathering) atau study document (secondary data) itu bukan persoalan. Internet merupakan salah satu alat untuk mendapatkan secondaray data. Namun, kita harus berhati hati dalam mengambil data diinternet, penulis dan website diusahakan merupakan website resmi yang bisa dipertanggunjawabakan. Yang menjadi penting adalah tingkat akurasi data tersebut.</p>
<p>Saya kira seorang peneliti yang cerdas akan memperhitungkan resources dan waktu dalam pengambilan data. Sehingga waktu dan sumberdaya dapat digunakan dengan effective dan tepat guna. Jika data sudah di survey oleh sebuah lembaga dan lembaga tersebut dapat dipertanggungjawabkan maka tidaklah perlu membuang waktu dan energy untuk melakukan perhitungan sendiri, seperti misalnya menghitung sendiri jumlah-jumlah hotel di suatu daerah. Selain karena, peneliti terbatas untuk melakukan perhitungan manual, peneliti hanya bisa tau existing condition tanpa tau time series dari keberadaan hotel sebelumnya. Kemudian, perlu ditekankan bahwa tulisan ini tidak menutup kemungkinan adanya element dan indicator lain untuk mengevaluasi pariwisata di suatu daerah. Saya juga tertarik untuk melihat aspek policy dan public involvement dalam perkembangan pariwisata di suati daerah.</p>
<p>Last but not least, penting atau tidaknya sebuah data di presentasikan adalah berdasarkan tingkat urgensi data tersebut sesuai dengan tema paper yang disampaikan. Seseorang dengan bidang ilmu yang berbeda dapat saja mempertanyakan tentang urgensi sebuah data, namun siapun tidak dapat memberi penilaian terhadap tingkat kemampuan si penulis maupun di presenter apabila orang tersebut tidak benar benar berada pada bidang ilmu yang sama.</p>
<p>Semoga tulisan ini bermanfaat untuk menjawab beberapa pihak yang mempertanyakan perihal tersebut. Terimakasih</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erdha.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erdha.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erdha.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erdha.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erdha.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erdha.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erdha.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erdha.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erdha.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erdha.wordpress.com/211/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erdha.wordpress.com&blog=1309306&post=211&subd=erdha&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erdha.wordpress.com/2009/05/04/mengapa-informasi-jumlah-hotel-perlu-dalam-analysis-pariwisata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc43cf9cebcc99443af2f99d56e6d50c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">erdha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hindarilah Saling Menggunjing (Ghibah)</title>
		<link>http://erdha.wordpress.com/2009/05/02/hindarilah-saling-menggunjing-ghibah/</link>
		<comments>http://erdha.wordpress.com/2009/05/02/hindarilah-saling-menggunjing-ghibah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 May 2009 09:22:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erdha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erdha.wordpress.com/2009/05/02/hindarilah-saling-menggunjing-ghibah/</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis oleh Faisal Abdi
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erdha.wordpress.com&blog=1309306&post=209&subd=erdha&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ditulis oleh <a href="http://iman-muslim.blogspot.com/">Faisal Abdi</a></p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”</strong></span>. (QS. Al Hujuraat : 11)</p>
<p>Allah swt telah memberikan kepada manusia begitu banyaknya karunia dan rahmatNya, dalam hal ini salah satunya adalah lidah kita sebagai sarana komunikasi lisan untuk menyampaikan informasi. Informasi yang disampaikan oleh seseorang bisa jadi hal yang sangat dibutuhkan orang lain demi kebaikan. Namun ada juga merupakan informasi mengenai perihal seseorang yang bisa jadi berita kejelekan seseorang. Dan ini lah perbuatan lidah yang sangat dibenci oleh Allah.<span id="more-209"></span></p>
<p>Perkataan yang baik adalah pembuktian kemusliman seseorang. Hendaknya setiap orang memastikan bahwa kata-kata yang akan diucapkannya benar-benar baik. Apabila kita tidak yakin akan dapat mengeluarkan kata-kata yang baik, diam itu lebih baik. Berkata yang baik tentunya akan lebih bermanfaat dibandingkan diam. Akan tetapi, menghindari akibat dari perkataan yang kurang baik akan lebih utama dibandingkan kita memaksakan berbicara yang akan berakibat jelek kepada diri sendiri maupun orang lain.</p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>Ghibah (Menggunjing)</strong></span></p>
<p>Pada suatu ketika menghadaplah seorang wanita yang sangat pendek badannya, menghadap kepada Nabi dalam suatu kepentingan, ketika wanita itu sudah keluar, maka Aisyah r.a berkata : “Betapa pendek wanita itu”. Mendengar perkataan Aisyah r.a, maka Rasul bersabda : “Wahai Aisyah, kamu telah menggunjingnya tentang kelemahan fisik wanita itu sehingga termasuk menyebarkan fitnah.</p>
<p>Sebagai agama yang sempurna, Islam mengajak bicara akal, hati, perasaan dan jiwa, akhlak dan pendidikan. Agama yang mulia ini menggariskan adanya peraturan-peraturan agar seorang muslim dapat memiliki hati yang selamat, perasaan yang bersih, menjaga kehormatan lisan, dan menjaga rahasia pribadinya, serta dapat berakhlak mulia terhadap Rabb-nya, dirinya dan seluruh manusia. Allah swt berfirman:</p>
<p><em>“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”.</em> <strong>(QS. Al Hujurat: 6)</strong></p>
<p>Dalam surah Al Hujurat ayat 6 di atas, Allah swt mengingatkan orang-orang mukmin untuk selalu meneliti setiap kabar yang sampai kepada mereka sebelum mereka mengatakan itu kepada yang lain. Hingga setiap perkataan seorang mukmin dapat dijamin kebenarannya, sehingga fitnah dapat dihindari. Dalam sebuah ayat Al Qur’an, Allah swt berfirman,</p>
<p><em>“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya”.</em> <strong>(QS. Al Israa’ : 36)</strong></p>
<p>Kata Menggunjing atau Ghibah diartikan sebagai suatu perkataan mengenai suatu keadaan yang terdapat pada seseorang yang diceritakan kepada orang lain di mana hal tersebut sebenarnya sesuatu yang sangat tidak disukai orang tersebut. Jika hal tersebut benar adanya terdapat pada orang yang diceritakan keadaannya, maka si pencerita berarti telah menggunjing orang yang diceritakannya. Namun jika hal tersebut tidak benar adanya, maka ia telah menfitnah orang tersebut. Hal ini sebagaimana hadits yang diiriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda,</p>
<p><em>“Tahukah kalian apa yang dimaksud dengan <span class="jossearchword">menggunjing</span>?” </em>Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Beliau bersabda, <em>“Engkau menceritakan saudaramu tentang sesuatu yang ia benci.” </em>Dikatakan, “Bagaimana pendapatmu apabila apa yang aku katakan memang ada pada dirinya?”<em> </em>Beliau menjawab,<em> “Apabila apa yang kamu katakan itu memang ada pada dirinya berarti engkau telah <span class="jossearchword">menggunjing</span>nya dan apabila apa yang katakan itu tidak benar berarti kamu telah memfitnahnya,”</em> <strong>(HR. Muslim)</strong></p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>Sebab Ghibah</strong></span></p>
<p>Beberapa alasan yang menyebabkan seseorang menggunjing orang lain adalah:</p>
<ul>
<li><strong><em>Karena alasan meredakan amarah diri</em></strong>. Maksudnya, ketika ada seseorang yang membuat marah, maka ia lantas menggunjing orang tersebut hanya karena ingin meredakan amarah dirinya. Dengan alasan bahwa dengan menceritakan aib orang yang membuatnya marah dapat meredakan kemarahannya, seseorang membenarkan dirinya untuk menggunjing orang lain.</li>
<li><strong><em>Hanya karena ingin menyesuaikan diri dengan teman-temannya atau dengan alasan menjaga keharmonisan</em></strong>. Karena alasan pergaulan, banyak orang senang membicarakan perihal orang lain, yang mana itu bisa jadi tidak disukai oleh yang bersangkutan. Beberapa orang mengaku tidak percaya diri saat berkumpul dengan teman-teman jika mereka tidak mengetahui hal ihwal mengenai orang-orang di sekitarnya. Padahal hal tersebut yang  dapat mendekatkan seseorang kepada ghibah sekaligus fitnah.</li>
<li><strong><em>Ingin mengangkat diri sendiri dan menjelek-jelekkan orang lain</em></strong>. Persaingan dalam kehidupan dapat mengakibatkan seseorang mengambil jalan lain untuk memberikan nilai buruk pada orang lain. Sehingga dengan menggunjing dan menceritakan aib seseorang, maka ia dapat memperoleh suatu perbandingan yang lebih baik terhadap orang yang dijelek-jelekkannya.</li>
<li><strong><em>Menggunjing untuk canda dan lelucon</em></strong>. Dia menggunjing seseorang dengan maksud membuat orang-orang tertawa. Hal ini sering terjadi di lingkungan kita, ketika dalam obrolan ringan seseorang menceritakan suatu kejadian yang terjadi pada orang lain yang bertujuan untuk membuat lawan bicaranya tertawa. Padahal hal ini menjadikan seseorang berbuat ghibah atau bohong atas cerita yang dikatakannya.</li>
</ul>
<p><span style="color:#008000;"><strong>Prasangka Pangkal Ghibah</strong></span></p>
<p>Dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam pergaulan, manusia dihadapankan pada karakter manusia yang berbeda-beda satu sama lain. Tidak sedikit dari karakter seseorang yang ada dalam lingkungan kita, tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Dari tingkah laku maupun perkataan seseorang dapat menimbulkan pemikiran yang berbeda dalam hati kita. Dan dengan demikian dapat menimbulkan prasangka yang bermacam-macam dalam hati. Allah swt melarang seorang mukmin berprasangka terhadap orang lain, apalagi sampai berburuk sangka. Dalam beberapa ayat Al Quran, Allah swt berfirman,</p>
<p>“<em>Dan supaya Dia mengadzab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran</em> (kebinasaan) <em>yang amat buruk dan Allah memurkai mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahanam. Dan</em> (neraka Jahanam) <em>itulah sejahat-jahat tempat kembali.</em>” <strong>(QS. Al Fath : 6)</strong></p>
<p>Dalam ayat lain dalam Al Qur’an, Allah swt berfirman,</p>
<p><em>“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang”</em>. <strong>(QS. Al Hujurat : 12)</strong></p>
<p>Berprasangka terhadap seseorang dilarang oleh Rasulullah dalam beberapa hadits. Sebagaimana dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, bahwa sesungguhnya Rasulullah saw telah bersabda,</p>
<p>“<em>Takutlah kamu terhadap prasangka. Sebab sesungguhnya prasangka adalah sedusta-dusta pembicaraan. Janganlah kamu mencari-cari dan meneliti kesalahan orang lain, janganlah kamu saling mendengki, janganlah kamu saling membenci dan janganlah kamu saling belakang membelakangi . Jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana Allah telah memerintahkan kepadamu. Orang muslim adalah saudara muslim yang lain, tidak saling menzhalimi, tidak saling merendahkan dan tidak saling menghina. Takwa adalah di sini, takwa adalah di sini</em>”, (sambil Rasulullah menunjuk ke a rah dada. Kemudian melanjutkan sabdanya <img class="wp-smiley" src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" /> “<em>Cukuplah keburukan bagi seseorang dengan menghina saudaranya sesama muslim. Setiap muslim adalah haram atas muslim yang lain akan darah, kehormatan dan hartanya. Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuhmu dan rupamu, tetapi Allah melihat kepada hatimu</em>”. <strong>(HR. Muslim)</strong></p>
<p>Dalam hadits lain mengenai prasangka, Rasulullah saw bersabda,</p>
<p>“<em>Berhati-hatilah terhadap purbasangka. Sesungguhnya purbasangka adalah ucapan paling bodoh</em>”. <strong>(HR. Al-Bukhari)</strong></p>
<p>Dari sini kita dapat mengerti bahwa prasangka terhadap seseorang yang ada di sekitar kita adalah suatu hal yang dapat menimbulkan perbuatan ghibah terhadap orang tersebut dan kita telah melakukan perbuatan lidah yang sangat dibenci oleh Allah dan RasulNya. Keburukan dari prasangka juga dapat mempengaruhi perasaan kita, sehingga kita akan selalu merasa was-was dan ragu terhadap apa yang ada pada kita dan lingkungan.</p>
<p><strong><span style="color:#008000;">Larangan dan Ganjaran atas Ghibah</span></strong></p>
<p>Pada ayat-ayat Al Qur’an maupun Hadits Rasulullah saw, menggunjing atau ghibah sungguh dilarang untuk dilakukan oleh seorang mukmin. Larangan ini begitu keras hingga untuk hanya berprasangka saja merupakan perbuatan yang dilarang. Perbuatan menggunjing di sini ialah termasuk mengumpat maupun mencela orang lain dengan menceritakan kejelekan ataupun keadaan orang tersebut kepada yang lain. Beberapa ayat-ayat Al Qur’an yang berkenaan dengan menggunjing antara lain:</p>
<p><strong>1.</strong> Menggunjing itu seperti memakan daging saudaranya yang sudah mati.<br />
Dalam surah Al Hujurat ayat 12, Allah swt menegaskan,<br />
<em>“…Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kalian memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya…”</em></p>
<p><strong>2.</strong> Menggunjing termasuk menyampaikan cerita-cerita bohong tentang orang lain.<br />
Dalam surah An Nuur ayat 15, Allah swt berfirman,<br />
<em>“</em>(Ingatlah) <em>di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah benar”.</em></p>
<p><strong>3.</strong> Menggunjing termasuk perbuatan zalim<br />
Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah swt dalam surah Al Hujurat ayat 11 yang artinya,<br />
“<em>Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain</em> (karena) <em>boleh jadi mereka</em> (yang diolok-olokkan) <em>lebih baik dari mereka</em> (yang mengolok-olokkan) <em>dan jangan pula wanita-wanita</em> (mengolok-olokkan) <em>wanita-wanita lain</em> (karena) <em>boleh jadi wanita-wanita</em> (yang diperolok-olokkan) <em>lebih baik dari wanita</em> (yang mengolok-olokkan) <em>dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah</em> (panggilan) <em>yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim</em>“</p>
<p>Sebagaimana diharamkan seseorang melakukan ghibah dan mendengarnya, diharamkan juga mendengarkannya dan mendiamkan perbuatan tersebut. Oleh karena itu wajib membantah orang yang melakukannya. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Darda’ dari Nabi saw. bersabda,</p>
<p>“<em>Barangsiapa membela kehormatan saudaranya maka Allah menghalangi wajahnya dari api neraka di hari kiamat</em>,” <strong>(HR. Tirmidzi)</strong></p>
<p>Orang yang senantiasa mengumpat orang lain dan mencari-cari kesalahannya akan disiksa oleh Allah dengan siksaan yang berat. Yakni mencakar-cakar muka dan dada sendiri dengan kuku yang terbuat dari tembaga. Hal ini sebagaiamana hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a, bahwasanya Rasulullah saw bersabda,</p>
<p>“<em>Ketika aku dim’rajkan, aku melintasi suatu kaum yang memiliki kuku terbuat dari tembaga sedang mencakar-cakar wajah dan dada mereka sendiri. Lalu aku bertanya, ‘Siapa mereka wahai Jibril?’ Jibril menjawab, ‘Mereka yang memakan daging manusia dan melanggar kehormatan mereka</em>‘,” <strong>(Shahih, HR Abu Dawud)</strong></p>
<p>Dari Ibnu Abbas r.a, bahwa sesungguhnya Rasulullah saw pernah berjalan melewati 2 (dua) kuburan, kemudian beliau bersabda : <em>“Sesungguhnya 2 </em>(dua)<em> orang ahli kubur itu disiksa dan keduanya tidak disiksa karena dosa besar. Ya, benar. Sesungguhnya dosa itu adalah besar. Salah seorang di antara keduanya adalah berjalan di muka bumi dengan menyebarkan fitnah </em>(mengumpat)<em>. Sedang salah seorang yang lain tidak bertirai ketika kencing”</em>. <strong>(HR. Bukhari dan Muslim)</strong></p>
<p>Dari Sahl bin Sa’ad r.a, dia telah berkata : Rasulullah saw telah bersabda : <em>“Barangsiapa memberikan jaminan kepadaku terhadap apa yang berada di antara dua rahangnya dan apa yang berada di antara dua pahanya, maka aku memberi jaminan surga baginya”</em>. <strong>(HR. Bukhari dan Muslim)</strong></p>
<p>Dari hadits di atas disebutkan bahwa seseorang akan dijamin keselamatan akhiratnya jika ia sendiri bisa menjamin apa yang berasda di antara dua rahangnya dan dua pahanya, dan apa yang ada di antara dua rahangnya adalah lidah atau perkataannya. Karena sesungguhnya perbuatan lidah ini akan sangat banyak dampak yang dapat ditimbulkan olehnya. Orang yang membicarakan yang tidak berguna (batil) akan dimasukkan dalam neraka Saqor dan orang yang suka mencela dan mengumpat akan dimasukkan dalam neraka Huthomah.</p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>Yang Bukan Termasuk Ghibah</strong></span></p>
<p>Ada beberapa yang menyebabkan suatu perkataan mengenai hal atau keadaan seseorang yang diceritakan kepada orang lain itu tidak termasuk ke dalam ghibah, antara lain:</p>
<p><strong>1.</strong> Untuk mengenali identitas seseorang hingga tidak ada kata lain yang dapat digunakan. Seperti halnya, mengatakan a’war (orang yang matanya buta sebelah) hingga tidak kata lain yang dapat digunakan untuk mengenalinya.<br />
<strong>2.</strong> Bila hal yang dikatakan mengenai seseorang benar-benar dilakukannya di depan khalayak ramai.<br />
<strong>3.</strong> Bila perkataan yang dikatakan itu merupakan pembelaan atau bantahan mengenai seseorang yang digunjingkan. Misalkan saat mendengarkan seseorang menceritakan sesuatu tentang orang lain yang didengarnya dari seseorang, dan orang yang mendengarkan mengatakan bahwa cerita itu adalah dari seorang yang tidak benar ucapannya (suka berdusta atau bergunjing).<br />
<strong>4.</strong> Membicarakan suatu perbuatan jelek seseorang baik yang terjadi pada dirinya maupun orang lain sebagai kesaksian di depan Hakim.</p>
<p><strong><span style="color:#008000;">Penutup</span></strong></p>
<p>Dari pembahasan di atas, kita dapat mengambil suatu intisari bahwa membicarakan perihal orang lain, apalagi hal yang buruk adalah suatu perbuatan yang sangat buruk dan dibenci oleh Allah swt dan RasulNya. Sedangkan setiap mukmin diserukan untuk menjauhi prasangka yang menjadikannya menggunjing orang lain, apalagi jika seorang mukmin menggunjing orang lain. Karena dengan menggunjing orang lain dapat mendekatkan kita juga kepada fitnah. Dan ingatlah bahwa setiap perkataan yang dikeluarkan oleh lisan kita akan mendapatkan perhitungan dari Allah swt. Allah swt berfirman,</p>
<p><em>“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang”</em>. (QS. Al Hujurat : 12)</p>
<p>Wallahu A’lam bishawab</p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>Referensi:</strong></span></p>
<p><strong>1.</strong> Assunnah / Bani Murro, <a href="http://www.mail-archive.com/assunnah@yahoogroups.com/msg13857.html" target="new">Bahaya menggunjing</a>, www.mail-archive.com/assunnah@yahoogroups.com : 2007<br />
<strong>2.</strong> Arief Hamdani, <a href="http://mevlanasufi.blogspot.com/2004/09/menggunjing-ghibah.html" target="new">Menggunjing (Ghibah)</a>, www.mevlanasufi.blogspot.com : 2004<br />
<strong>3.</strong> Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali, <a href="http://alislamu.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=2726&amp;Itemid=67" target="new">Larangan Menggunjing Orang Lain</a>, www.alislamu.com : 2009<br />
<strong>4.</strong> Depnakertrans File, <a href="http://www.depnakertrans.go.id/microsite/korpri/uploads/doc/kultum4.pdf" target="new">Larangan Berburuk Sangka dan Menggunjing</a>, www.depnakertrans.go.id : 2009</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erdha.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erdha.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erdha.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erdha.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erdha.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erdha.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erdha.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erdha.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erdha.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erdha.wordpress.com/209/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erdha.wordpress.com&blog=1309306&post=209&subd=erdha&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erdha.wordpress.com/2009/05/02/hindarilah-saling-menggunjing-ghibah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc43cf9cebcc99443af2f99d56e6d50c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">erdha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KISAH BERPISAHNYA ROH DARI JASAD</title>
		<link>http://erdha.wordpress.com/2009/05/01/kisah-berpisahnya-roh-dari-jasad/</link>
		<comments>http://erdha.wordpress.com/2009/05/01/kisah-berpisahnya-roh-dari-jasad/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 20:26:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erdha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erdha.wordpress.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah hadith daripada Aisyah r.a katanya, &#8220;Aku sedang duduk bersila di dalam rumah. Tiba-tiba Rasulullah S.A.W datang dan masuk sambil memberi salam kepadaku. Aku segera bangun kerana menghormati dan memuliakannya sebagaimana kebiasaanku di waktu baginda masuk ke dalam rumah. Nabi S.A.W bersabda, &#8220;Duduklah di tempat duduk, tidak usahlah berdiri, wahai Ummul Mukminin.&#8221; Maka Rasulullah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erdha.wordpress.com&blog=1309306&post=204&subd=erdha&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">Dalam sebuah hadith daripada Aisyah r.a katanya, &#8220;Aku sedang duduk bersila di dalam rumah. Tiba-tiba Rasulullah S.A.W datang dan masuk sambil memberi salam kepadaku. Aku segera bangun kerana menghormati dan memuliakannya sebagaimana kebiasaanku di waktu baginda masuk ke dalam rumah. Nabi S.A.W bersabda, &#8220;Duduklah di tempat duduk, tidak usahlah berdiri, wahai Ummul Mukminin.&#8221; Maka Rasulullah S.A.W duduk sambil meletakkan kepalanya di pangkuanku, lalu baginda berbaring dan tertidur.<span id="more-204"></span></p>
<p align="justify">Maka aku hilangkan uban pada janggutnya, dan aku dapat 19 rambut yang sudah putih. Maka terfikirlah dalam hatiku dan aku berkata, &#8220;Sesungguhnya baginda akan meninggalkan dunia ini sebelum aku sehingga tetaplah satu umat yang ditinggalkan olehnya nabinya.&#8221; Maka aku menangis sehingga mengalir air mataku jatuh menitis pada wajah baginda.</p>
<p align="justify">Baginda terbangun dari tidurnya seraya bertanya, &#8220;Apakah sebabnya sehingga engkau menangis wahai Ummul Mukminin?&#8221; Masa aku ceritakan kisah tadi kepadanya, lalu Rasulullah S.A.W bertanya, &#8220;Keadaan bagaimanakah yang hebat bagi mayat?&#8221; Kataku, &#8220;Tunjukkan wahai Rasulullah!&#8221;</p>
<p align="justify">Rasulullah S.A.W berkata, &#8220;Engkaulah katakan!,&#8221; Jawab Aisyah r.a : &#8220;Tidak ada keadaan lebih hebat bagi mayat ketika keluarnya mayat dari rumahnya di mana anak-anaknya sama-sama bersedih hati di belakangnya. Mereka sama-sama berkata, &#8220;Aduhai ayah, aduhai ibu! Ayahnya pula mengatakan: &#8220;Aduhai anak!&#8221;</p>
<p align="justify">Rasulullah S.A.W bertanya lagi: &#8220;Itu juga termasuk hebat. Maka, manakah lagi yang lebih hebat daripada itu?&#8221; Jawab Aisyah r.a : &#8220;Tidak ada hal yang lebih hebat daripada mayat ketika ia diletakkan ke dalam liang lahad dan ditimbuni tanah ke atasnya. Kaum kerabat semuanya kembali. Begitu pula dengan anak-anak dan para kekasihnya semuanya kembali, mereka menyerahkan kepada Allah berserta dengan segala amal perbuatannya.&#8221; Rasulullah S.A.W bertanya lagi, &#8220;Adakah lagi yang lebih hebat daripada itu?&#8221; Jawab Aisyah, &#8220;Hanya Allah dan Rasul-Nya sahaja yang lebih tahu.&#8221;</p>
<p align="justify">Maka bersabda Rasulullah S.A.W : &#8220;Wahai Aisyah, sesungguhnya sehebat-hebat keadaan mayat ialah ketika orang yang memandikan masuk ke rumahnya untuk emmandikannya. Maka keluarlah cincin di masa remaja dari jari-jarinya dan ia melepaskan pakaian pengantin dari badannya. Bagi para pemimpin dan fuqaha, sama melepaskan serban dari kepalanya untuk dimandikan.</p>
<p align="justify">Di kala itu rohnya memanggil, ketika ia melihat mayat dalam keadaan telanjang dengan suara yang seluruh makhluk mendengar kecuali jin dan manusia yang tidak mendengar. Maka berkata roh, &#8220;Wahai orang yang memandikan, aku minta kepadamu kerana Allah, lepaskanlah pakaianku dengan perlahan-lahan sebab di saat ini aku berehat dari kesakitan sakaratul maut.&#8221; Dan apabila air disiram maka akan berkata mayat, &#8220;Wahai orang yang memandikan akan roh Allah, janganlah engkau menyiram air dalam keadaan yang panas dan janganlah pula dalam keadaan sejuk kerana tubuhku terbakar dari sebab lepasnya roh,&#8221; Dan jika merea memandikan, maka berkata roh: &#8220;Demi Allah, wahai orang yang memandikan, janganlah engkau gosok tubuhku dengan kuat sebab tubuhku luka-luka dengan keluarnya roh.&#8221;</p>
<p align="justify">Apabila telah selesai dari dimandikan dan diletakkan pada kafan serta tempat kedua telapaknya sudah diikat, maka mayat memanggil, &#8220;Wahai orang yang memandikanku, janganlah engkau kuat-kuatkan dalam mengafani kepalaku sehingga aku dapat melihat wajah anak-anakku dan kaum keluargaku sebab ini adalah penglihatan terakhirku pada mereka. Adapun pada hari ini aku dipisahkan dari mereka dan aku tidakakan dapat berjumpa lagi sehingga hari kiamat.&#8221;</p>
<p align="justify">Apabila mayat dikeluarkan dari rumah, maka mayat akan menyeru, &#8220;Demi Allah, wahai jemaahku, aku telah meninggalkan isteriku menjadi janda, maka janganlah kamu menyakitinya. Anak-anakku telah menjadi yatim, janganlah menyakiti mereka. Sesungguhnya pada hari ini aku akan dikeluarkan dari rumahku dan meninggalkan segala yang kucintai dan aku tidak lagi akan kembali untuk selama-lamanya.&#8221;</p>
<p align="justify">Apabila mayat diletakkan ke dalam keranda, maka berkata lagi mayat, &#8220;Demi Allah, wahai jemaahku, janganlah kamu percepatkan aku sehingga aku mendengar suara ahliku, anak-anakku dan kaum keluargaku. Sesungguhnya hari ini ialah hari perpisahanku dengan mereka sehingga hari kiamat.&#8221;</p>
<p align="justify">source:http://www.geocities.com/mafia_1977/kisah2x/ceritadx.htm</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erdha.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erdha.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erdha.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erdha.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erdha.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erdha.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erdha.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erdha.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erdha.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erdha.wordpress.com/204/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erdha.wordpress.com&blog=1309306&post=204&subd=erdha&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erdha.wordpress.com/2009/05/01/kisah-berpisahnya-roh-dari-jasad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc43cf9cebcc99443af2f99d56e6d50c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">erdha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Setelah lama pasif</title>
		<link>http://erdha.wordpress.com/2009/04/17/setelah-lama-pasif/</link>
		<comments>http://erdha.wordpress.com/2009/04/17/setelah-lama-pasif/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 09:03:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erdha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erdha.wordpress.com/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Anda menantikan tulisan saya selanjutnya? ah&#8230; saya yakin tidak  Meskipun demikian saya sendiri juga menunggu tulisan saya sendiri &#8230;
Ada banyak alasan kenapa seseorang menjadi pasif untuk mengisi blog blognya, terutama saya sendiri. Pada konteks &#8217;saya&#8217; yg sangat spesific ini, alasan tentang kesibukan sepertinya lebih bisa diterima dari pada mencari cari alasan yang lain. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erdha.wordpress.com&blog=1309306&post=198&subd=erdha&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Apakah Anda menantikan tulisan saya selanjutnya? ah&#8230; saya yakin tidak <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> Meskipun demikian saya sendiri juga menunggu tulisan saya sendiri &#8230;</p>
<p>Ada banyak alasan kenapa seseorang menjadi pasif untuk mengisi blog blognya, terutama saya sendiri. Pada konteks &#8217;saya&#8217; yg sangat spesific ini, alasan tentang kesibukan sepertinya lebih bisa diterima dari pada mencari cari alasan yang lain. Meskipun hal tersebut klasik, tetap saja banyak orang yg seperti &#8217;saya&#8217; menggunakan keklasikan itu untuk memperoleh kemakluman.</p>
<p>Sukses untuk semua pembaca setia dan para pengeblog sejati&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erdha.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erdha.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erdha.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erdha.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erdha.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erdha.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erdha.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erdha.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erdha.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erdha.wordpress.com/198/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erdha.wordpress.com&blog=1309306&post=198&subd=erdha&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erdha.wordpress.com/2009/04/17/setelah-lama-pasif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc43cf9cebcc99443af2f99d56e6d50c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">erdha</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>