Inilah Gurindam Dua Belas

Posted on Updated on

Nilai nilai kebaikan manusia timur yang santun dan berbudi semakin hari semakin terkikis. Dimana tempat di Indonesia ini yang ada kedamaian kehidupan. Saat si kaya tidak sombong dan dermawan, saat si miskin tidak mengemis di pinggir jalan, saat si pintar tidak membodohi orang, saat penguasa mengayomi warganya, ….

Inilah Gurindam Dua Belas, karya Sultan Ali Haji. Beliau adalah salah satu tokoh penguasa dan budayawan Melayu yang hidup tahun 1700-an. Beliaulah yang mampu menyatukan beberapa pulau pulau di semenanjung Malaka, yang saat ini adalah Provinsi Kepulauan Riau, Singapura dan Malaysia. Saya berkesempatan untuk datang ke makam beliau, yang berada di Pulau Penyengat, 30 menit dari Pulau Bintang Tanjung Pinang. Saya sengaja mengetiknya dengan tangan saya sendiri, dan membacanya berulang ulang untuk mematrinya pula dalam hati. Untuk menjadikannya panutan dan pengingat di kala alpa. Sungguh jurang jurang dosa berada di kanan, kiri, atas dan bawah saya. Juga ilusi yang semakin menggoda untuk terjerumus dalam kesalahan.

Semoga ini bermanfaat…..

Inilah Gurindam Dua Belas Karya Raja Ali HajiPersimpanan Yang Indah IndahAku hendak bertuturAkan gurindam yang teratur Gurindam Fasal Yang Pertama 

Barang siapa tiada memegang agama

Sekali kali tidak boleh dibilangkan nama

Barang siapa mengenal yang empat

Maka ia itulah orang yang ma’rifat

Barang siapa mengenal diri

Maka telah mengenal tuhan yang bahri

Barangsiapa yang mengenal dunia

Maka taulah dia barang yang terperdaya

Barangsiapa yang mengenal akhirat

Maka tahulah dia barang yang mudharat

  Gurindam Fasal yang Kedua 

Barangsiapa mengenal yang tersebut

Tahulah dia makna takut

Barangsiapa meninggalkan sembahyang

Bagai rumah tiada bertiang

Barangsiapa meninggalkan puasa

Tidaklah mendapat dua termasya

Barangsiapa meninggalkan zakat

Tiadalah hartanya beroleh berkat

Barangsiapa meninggalkan haji

Tiadalah ia menyempurnakan janji

 

Gurindam Fasal ke tiga 

Apabila terpelihara mata

Sedikitlah cita cita

Apabila terpelihara kuping

Kabar yang jatuh tiadalah dumping

Apabila terpelihara lidah

Niscahya dapat daripadanya faedah

Bersungguh sungguhlah engkau memeliharakan tangan

Dari pada segala berat dan ringan

Apabila perut terlalu penuh

Keluarlah fiil yang tiada senonoh

Anggota tengah hendaklah ingat

Disitulah banyak orang yang hilang semangat

Hendaklah pelihara kaki

Daripada berjalan membawa rugi

  Gurindam Fasal yang Keempat 

Hati itu kerajaan dalam tubuh

Jikalau zalim segala anggotapun rubuh

Apabila dengki sudah bertanah

Datanglah daripadanya beberapa anak panah

Mengumpat dan memuji hendaklah pikir

Karena disitu banyak orang yang tergelincir

Pekerjaan marah jangan di bela

Nanti hilang akal di kepala

Jika sedikitpun berbuat bohong

Maka dapat diumpamakan mulutnya itu pekung

Tanda orang yang amat celaka

Aib dirinya tiada ia sangka

Bakhil jangan diberi singgah

Itulah perompak yang amat gagah

Barangsiapa yang sudah besar

Janganlah kelakuannya membuat kasar

Barangsiapa perkataan kotor

Maka mulutnya bagaikan ketor

Dimana tau salah diri

Jika tidak orang lain yang berperih

Pekerjaan takabur jangan direpih

Sebelum mati didapat juga sepih

  Gurindam Fasal Ke Lima 

Jika hendak mengenal orang yang berbangsa

Lihatlah budi dan bahasa

Jika hendak mengenal orang yang berbahagia

Sangat memeliharakan yang sia sia

Jika hendak melihat orang mulia

Lihat pada kelakuan dia

Jika hendak mengenal orang yang berilmu

Bertanya dan belajar tiadalah jemu

Jika hendak mengenal orang yang berakal

Di dalam dunia mengambil bekal

Jika hendak melihat orang yang baik perangai

Lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai

  Gurindam Fasal Ke Enam 

Carilah olehmu akan sahabat

Yang boleh dijadikan obat

Carilah olehmu akan guru

Yang boleh tahukan tiap seteru

Carilah olehmu akan istri

Yang boleh menyerahkan diri

Carilah olehmu akan kawan

Pilih segala orang yang setiawan

Carilah olehmu akan abdi

Yang ada baik sedikit budi

 Gurindam Fasal Yang Ketujuh 

Apabila banyak berkata kata

Disitulah jalan masuk dusta

Apabila banyak berlebih lebih suka

Itulah tanda hampirkan duka

Apabila kita kurang siasat

Itulah tanda pekerjaan hendak sesat

Apabila anak tidak dilatih

Jika besar bapanya letih

Apabila banyak mencela orang

Itulah tanda dirinya kurang

Apabila orang banyak tidur

Sia sia sahajalah umur

Apabila mendengar akan kabar

Menerimanya hendaklah sabar

Apabila mendengar akan aduan

Membicarakannya itu hendaklah cemburuan

Apabilah perkataan lemah lembut

Lekaslah segala orang mengikut

Apabila perkataan yang amat kasar

Lekaslah segala orang mengikut

Apabila perkataan yang amat kasar

Lekaslah orang sekalian gusar

Apabila pekerjaan yang amat benar

Tidak boleh orang berbuat honar

Gurindam Fasal yang Kedelapan

Barangsiapa khianat akan dirinya

Apalagi kepada lainnya

Kepada dirinya ia aniaya

Orang itu jangan engkau percaya

Lidah yang suka membenarkan dirinya

Dariapada yang lain dapat kesalahannya

Daripada memuji diri hendaklah sabar

Biar daripada orang dating kabar

Orang yang suka menampakan jasa

Setengah daripada syirik mengaku kuasa

Kejahatan diri sembunyikan

Kebajikan diri diamkan

Keaiban orang jangan dibuka

Keaiban diri hendaklah sangka

 Gurindam Fasal yang Kesembilan 

Tahu pekerjaan tak baik tetapi dikerjaikan

Bukannya manusia yaitulah syaitan

Kejahatan seorang perempuan tua

Itulah Iblis punya penggawa

Kepada segala hamba hamba raja

Disitulah syaitan tempatnya manja

Kebanyakan orang yang muda mudi

Disitulah syaitan tempat bergoda

Perkumpulan laki-laki dengan perempuan

Disitulah syaitan punya jamuan

Adapun orang tua yang hemat

Syaitan tak suka membuat sahabat

Jika orang muda kuat berguru

Dengan syaituan jadi seteru

 Gurindam Fasal yang Kesepuluh 

Dengan bapa jangan durhaka

Supaya ALLAH tidak murka

Dengan ibu hendaklah hormat

Supaya badan dapat selamat

Dengan anak janganlah lalai

Supaya boleh naik ke tengah balai

Dengan isteri janganlah alpa

Supaya malu jangan menerpa

Dengan kawan hendaklah adil

Supaya tangannya jadi kapil

 Gurindam Fasal yang Kesebelas 

Hendaklah berjasa

Kepada yang sebangsa

Hendaklah jadi kepala

Buang Perangai yang cela

Hendaklah memegang amanat

Buanglah khianat

Hendak marah

Dahulukan hujah

Hendak dimalui

Jangan melalui

Hendak ramai

Murahlah perangai

 Gurindam Fasal yang Keduabelas 

Raja mufakat dengan menteri

Seperti kebun berpagarkan duri

Betul hati kepada raja

Tanda jadi sebarang kerja

Hukum adil atas rakyat

Tanda raja beroleh inayat

Kasihkan orang yang berilmu

Tanda rahmat atas dirimu

Hormat akan orang yang pandai

Tanda mengenal kasa dan cindai

Ingatkan dirinya mati

Itulah asal berbuat bakti

Akhirat itu terlalu nyata

Kepada hati yang tiada buta

—————————————————————

13 thoughts on “Inilah Gurindam Dua Belas

    syahbar said:
    Januari 15, 2009 pukul 6:36 am

    sungguh indah dan penuh makna kebaikan dan petunjuk hidup.

    wiryo said:
    Juli 29, 2009 pukul 9:21 am

    Karya pujangga klasik yang tetap asyik…
    Penuh makna dan relevan sepanjang zaman….
    Trims postingnya…

    ruli said:
    September 7, 2009 pukul 1:14 am

    tolong diartikan🙂

    elhami said:
    Maret 20, 2010 pukul 5:04 am

    bukan pulau Bintang, tetapi pulau Bintan

    Ridzuan Harun said:
    April 5, 2010 pukul 12:47 am

    Memang indah karya ini penuh dengan nasihat atau peringatan yang akan kekal sepanjang zaman.

    Gurindam pasal yang pertama tertinggal pada rangkap ke3 yakni sebelum mengenal diri, Raja Ali Haji terlebih dulu mengungkapkan:

    Barang siapa mengenal Allah,
    suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.

    Moga bermenafaat untuk kita semua

    fatimah suganda said:
    Agustus 5, 2010 pukul 3:17 am

    sesungguhnya inilah budaya luhur bangsa kita yang benar2 di tinggalkan dan di gantikan dengan liberalisme!!!

    S. Ariyadi said:
    November 20, 2010 pukul 1:49 am

    I like is gurindam 12
    Mengingatkan Q pada SMP 3 Bukit Meranti

      erdha responded:
      Maret 10, 2011 pukul 7:22 am

      Terimakasih, jadi Anda berasal dari Pulau Penyengat atau sekitarnya? beruntung sekali Anda dekat dengan pasal-pasal indah ini.

    M. Martony Rustiyono said:
    November 23, 2010 pukul 8:04 am

    sungguh amat sangat indah dari makna yang tersurat dan tersirat dalam petuah2 pada pasal-pasal Gurindam karya Raja Ali Haji, sastrawan dan pahlawan nasional dari Pulau Penyengat, Provinsi Kepulauan Riau, yang mengandung petuah bijak atau nasihat.
    Puji Tuhan saya 1 dari antara sekian banyak masyarakat Indonesia yg bisa berkesempatan utk mampir ke Pulau Penyengat atau Pulau Maskawin tersebut, sekaligus berkunjung ke Masjid bersejarah yg ada di Pulau tersebut serta ke makam para keluarga kerajaan Kesultanan Riau Lingga dan Balai Adat yang dibawahnya terdapat sumber mata air tawar-nya dibibir pantai serta mencobanya (yg diyakini oleh penduduk setempat dapat membuat awet muda).

      erdha responded:
      Maret 10, 2011 pukul 7:20 am

      Ya pak saya setuju bahwa ada makna yang dalam di setiap penggal pasalnya, menyiratkan sebuah petunjuk menjalani kehidupan yang hakiki.
      Terimakasih sudah mampir di blog saya.

    achmad said:
    September 22, 2011 pukul 1:59 pm

    haaaaaaaaaahahaaaaaaaa

    achmad said:
    September 23, 2011 pukul 5:19 am

    mana maknany kok g ada?

    fi_3 said:
    Februari 8, 2012 pukul 9:33 am

    tolong dilampirkan juga pesan-pesan yang terdapat dalam gurindam di atas. . okkkkkk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s