Sahabat

Posted on Updated on

Sahabat sahabatku
Saya baru menyadari bahwa saya memilki sangat banyak sahabat. Sahabat yang selalu menjadi bagian penting dari kisah kisah saya. Dalam tulisan ini saya ingin menceritakan satu persatu sahabat sahabat terbaik saya itu. Ini adalah sebuah penghargaan bagimu sahabatku.


Saya akan memulai dengan sahabat ku yang bernama Zukriyah. Dia adalah perempuan mandiri yang sangat kuat. Banyak cerita lucu saya alami dengan sahabat saya ini. Dia pernah tidak naik kelas ketika SD dulu, sehingga akhirnya dia menjadi temanku sejak kelas empat. Zuki berbadan besar, saat semua anak anak masih tumbuh, dia sudah sangat tinggi menjulang seperti laki laki. Dia adalah jagoan olah raga. Jika berlari dia selalu nomer satu, meskipun ditandingkan dengan laki laki. Zuki menjadi teman sekaligus kakak untukku. Sejak SD saya tidak pernah lepas diganggu teman. Khususnya teman teman lakilaki. Sering sekali mereka meminta uang jajan dengan paksa, atau merebut permen dan jajanan yang sudah terbeli. Si Zuki inilah yang sering jadi penyelamat saya. Pernah suatu hari, saya menangis di sudut kelas sendirian. Tidak ada orang yang mau mendekati saya. Waktu itu saya tidak mendapat kelompok dalam praktikum memasak, karena saat hari pembentukan kelompok memasak saya tidak masuk karena sakit. Hanya satu teman yang menghampiri saya, yaitu Zuki. Dia rela keluar dari kelompoknya dan menjadi kelompok dengan saya meskipun hanya berdua. Duh… senangnya hati saya saat itu. Tetes air mata dari Zuki saat saya pamit dengannya, menjadi saku bagi saya ketika akan berangkat ke Amerika untuk kuliah. Untuk Zuki, semoga kamu selalu sehat dan tetap sabar, tenang dan menjulang setinggi gunung….
Sahabat saya yang kedua adalah si gadis manis yang menurut saya teramat manis. Namanya Zuli. Dia juga adalah teman SD saya sekaligus juga teman SMP saya. Anaknya kalem, cantik dan suka sekali berdandan. Dia adalah seorang teman yang sangat pengertian ketika mendengarkan cerita cerita saya. Dia jugalah orang yang senantiasa menemani saya saat bereksplorasi mengenal dunia. Saat SMP saya sering sekali maen dengan dia ke tempat yang aneh aneh, dan mencoba hal hal yang aneh aneh, karena memang kami ini aneh. Kami selalu bersama, sejak bangun tidur biasanya sudah telpon telponan, lalu berangkat sekolah sama sama, pulang sekolah hanya makan siang dan sorenya sudah ketemu lagi, lalu malam hari kami juga saling mengunjungi karena rumah kami bersebelahan. Kadang orang bilang kami seperti bayangan saja yang tidak pernah pisah. Masih teringat ketika kami jadi korban tabrak lari, saat pulang dari sekolah. Saya jatuh ditempat dengan ditimpa dua sepeda sekaligus, kaki saya tergores dan darah bercucuran, sedangkan Zuli terpental dua meter dan sebelah kakinya masuk got… kasihan dan sakit meski ….sangat lucu..Lalu kakak ipar Zuli tidak terima, dan dia mencari orang yang menabrak kami. Saat ketemu orangnya, kakak ipar Zuli memukulinya berkali kali…… Zuli juga menjadi saksi saat saya mengenal cinta monyet. Kerap kali ada surat surat cinta yang dikirim untuk Zuli atau untuk saya… dan kami baca bersama sama. Kadang pula kami menjadi penilai, surat mana yang paling bagus seakan akan kami ini redaksi atau panitia lomba tulis surat………., meski begitu tak satupun dari pengirim surat itu yang jadi pacar kami …he..he… Bagi saya, Zuli adalah sosok wanita yang tegar. Saya menjadi saksi ketegarannya saat dia harus kehilangan ibu kandungnya untuk selamalamanya. Ibundanya yang juga sudah seperti ibunda saya. Ibunda yang setiap pagi selalu menyapa saya dengan sebutan DIDA MALINDA, sebuah nama yang sengaja dia berikan khusus untuk saya, masih hangat dalam kenangan batin saya. Saya pun sangat kehilangan atas berpulangnya Ibunda Zuli, saya ikut menangis di kamar sendiri  hari itu, namun tidak berani untuk menangis dihadapan Zuli…..Sungguh bersama Zuli….waktu itu terasa sangat mengasikkan. Saat saya menikah, Zuli hadir dengan kebaya putih yang sangat manis, duduk bersama Zuki di halaman rumah saya. Haru biru mewarnai prosesi itu…..To   Zuli, masihkah ada dalam ingatanmu peristiwa peristiwa itu??Kau akan selalu menjadi sahabat termanis ku…
Setelah Zuki dan Zuli saya punya sahabat di kala SMU. Waktu itu saya sekolah di SMU kota, jadi saya jarang kontak dengan teman teman karena waktu yang padat. Saya satu kelas dengan sahabat saya ini. Dia lahir di Medan dengar marga Siregar dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga menengah ke atas. Ayahnya seorang pengusaha ternama dan terkenal. Tiap kali pergi ke sekolah dia mengendarai mobil, padahal teman teman yang lain masih naik sepeda. Akhirnya dia tinggal mobilnya di rumah dan ikut naik sepeda motor sama sama kami….…..dia tidak ingin ada gap dalam pergaulan. …..Namanya Ayu. Bagi saya ayu itu termasuk sahabat yang sangat unik. Dia berkacamata dengan frame warna hitam, dimana saat itu yang mau pake kacamata seperti itu hanya orang orang tua yang matanya sudah katarak. Tapi dia tetap cuek saja pake kacamata itu, sampai sampai teman teman menjulukinya “SINGIKU”, salah satu group band yang popular tahun 1997, yang memiliki video klip modelnya pake kacamata seperti yang Ayu pakai. Ayu adalah anak yang banyak bicara, kadang ngalor kadang ngidul pokoknya ada saja yang dia bicarakan. Karena dia tidak bisa berbahasa Jawa, Ayu sering menjadi bahan ledekan teman teman. Pernah dia diajarin bahasa Jawa namun ditipu, kata teman saya “Kalo mau lewat depan orang tua kamu harus bilang …nyuwun sewu segawon badhe lewat’!!” Alhasil dia praktekan kalimat itu, dan semua orang tertawa, dia heran setengah mati…..Akhirnya dia tau bahwa itu berarti “permisi ada Anjing mau lewat”.he..he……. Ayu adalah seorang pencari solusi yang baik. Setiap diskusi dengan dia, saya selalu menemukan titik temu dalam permasalahan apapun. Dia bukan orang yang malu bertanya, enggan, ataupun malas, justru sebaliknya. Ayu membawa perubahan dalam kelas, karena dia sangat aktif, berani mengajukan pendapat yang berbeda dengan guru dan berani untuk melawan apa apa yg salah menurut dia. Ayu banyak menginspirasi saya dalam mengambil keputusan dan menilai suatu masalah. Ide gilanya… kadang kadang juga menjadi ketololan, kami pernah membawa lari tumpeng sekolah yang akan dimakan oleh semua teman teman kelas. Tumpeng itu kami bawa kabur, naik mobil kijangnya, untuk jadi alas an di petugas retribusi pantai Parangtritis supaya masuknya gratis……. Dia bilang pada petugasnya “Pak, kami ngantar catering, ada yg mau ulang tahun !!”   he..he..….. orang gila super aneh…… Bersama sahabat saya Ayu ini saya menemukan jati diri saya sebagai wanita muslim. Saya memutuskan untuk mengenakan jilbab setelah melalui proses penyadaran dan pencari tauan yang panjang. Saya dan Ayu sama sama haus akan ilmu ilmu agama. Kami berdua selalu mencari cari bacaan tentang agama, selalu bertanya pada guru agama tentang jilbab. Kenapa wanita muslim harus memakai jilbab, dsb. Saat saat perpisahan SMU menjadi saat yg paling menyedihkan. Saya menemukan Ayu, Weny dan Rini yang juga teman baik saya, sedang menangis berpelukan di UKS sekolah. Kami tak sanggub untuk berpisah,meski telah menerima hasil kelulusan SMU. Sekarang saya tidak tau kabar sahabat Ayu ini, terakhir saya dengar dia telah menjadi dokter dan menikah dengan seorang dokter juga di Medan. I hope u always be a smart women…
Memasuki perguruan tinggi, kembali saya harus mengenal orang satu demi satu. Saat itu tak ada satupun orang yg saya kenal. Saya ketrima di Un. Gadjah Mada, sebuah universitas yang memang berada di Yogya tp mahasiswanya dari penjuru tanah air. Saat saya sedang registrasi ulang, saa berkenalan dengan seorang teman bernama Siti. Sitilah yang akhirnya menjadi teman dan sahabat bagi saya. Siti bagi saya lebih seperti kakak perempuan. Dia adalah orang yang tekun, rajin dan sangat dewasa. Siti sangat pandai menyesuiakan diri dalam keadaan. Dia mampu menjadi pemecah suasana saat sunyi senyap, dan dia juga bisa menghalau gundah. Bagi saya, kehadiran Siti sebagai sahabat telah memperkaya batin. Siti menjadi sandaran saat saat diri hampir putus asa menghadapi kuliah eksak yang beratnya bukan main. Praktikum yang bikin rontok rambut, tugas tugas berjubel seperti antri sembako. Saat saya sangat kecewa tidak mampu menembus UMPTN untuk masuk kedokteran, dia menunjukkan eksistensinya, bahwa Geografi adalah is the best dan itu adalah pilihan pertama untuknya. Masih teringat saat penting bersama siti adalah, ketika kami pulang dari KKL 1 Jawa-Bali, tahun 2001. Ketika itu kami sedang melintasi Gilimanuk-Banyuwangi dengan kapal penyebarangan. Diatas kapal, saya berbicara bertiga dengan teman lainnya. Ada satu kalimat yang dia ucapkan dan begitu masuk di hati “Erda, kamu belum pernah merasakan gagal dalam hidupmu, maka kamu belum bisa tahu nikmatnya berhasil”…. Kalimat itu saya ingat terus…, sampai sampai saya takut, janganjangan sebentar lagi saya gagal…,krn semua oran pasti akan alami kegagalan. Saya tunggu tunggu apakah kegagalan itu? Baru saya tahu bahwa gagal, itu sangaaaaattt menyakitkan…..detik detik saya gagal, saya selalu sms siti, dengan kata “miss u”, dan dia pasti sudah tau maksud kata itu. Jika kami bertemu sesudahnya, pasti dia berkata “Ono opo nduk…..!!” Beloved siti….
Seiring waktu berlalu, aku punya lagi sahabat yang kutemukan tanpa sengaja…., dia datang juga seperti tidak terduga.. , ada sebuah cerita panjang yang membuat persahabatan ini menjadi ada…… Mereka memerankan peranan penting dalam panggung hidup ku….
To Imaculata, Bunda Ida Azuz, dan A. Paripurna………………terimakasih terdalam tuk kalian……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s