Merubah Jadi Tawa

Posted on Updated on

Meniti lembah menggelayung biru dalam tataran hijau berkabut rumput.
Manusia hanya selalu berharap. Harapan muncul sebagai tiang. Dia kokoh jiwa jika kau ingin dia kokoh, dia akan rapuh jika kau ingin dia rapuh. Harapan membawamu melewati berjuta keterasingan, dan melalui lorong lorong sempit yg tidak sekalipun bertuan. Harapan memberikan petila sekuat kamu punya impian. Kita pernah berpeluh dan mencaci. Segalanya hitam menjadikan kita buta hati. Melewati ruang gelap yang teramat panjang, dalamnya tangis menyentuh kebasahan cairan bumi.
Memendam kepedihan membuat insan tersadar bahwa semua tentu telah dituliskan dan digariskan. Dalam senyuman yang merupakan hasil sulapan tangis, apakah ada tangis yang berasal dari sulapan senyum. Bercumbu aku dalam putik cinta, dan bersetubuh dengan kepenatan dan kesendirian. Desahannya menyelimuti sukma merindukan lupa dari ingatan perih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s