Blue Planet Summit 2008

Posted on Updated on

Blue Summit 2008 adalah conference skala dunia yang di adakan oleh Blue Planet Foundation (BPF) dalam rangka memberikan sumbangan kepada dunia fukos pada alternative energy. BPF sendiri adalah sebuah organisasi nirlaba yang mendapat support dana dari Blue Planet, sebuah perusahaan video game, nintendo dan tetris.

Henk B Roger adalah founder dari Blue Planet Foundation. Dia telah mengukir kisah sukses sebagai seorang interpreneur. Usahanya merajai di seluruh US dan dunia. Siapa yang tidak kenal Nintendo dan tetris? Sejak kecil saya pun sudah tau.

Sungguh tak diduga dalam pertemuan saya dengan Henk, dia mengaku memiliki darah Indonesia. Ayahnya adalah seorang Bali dan ibunya berasal dari Sukoarjo Jawa Tengah. Sedangkan dia dilahirkan di Belanda, besar di New York, kuliah di Hawaii kemudian merintis usaha di Jepang. Tidak banyak yang tau tentang cerita sukses ini. Henk sempat bercerita bahwa neneknya di Bali memanggil dia “bi-na-tang” katanya sambil mencoba mengeja dan mengingat dengan berbinar masa masa kecilnya di Indonesia.

Erda bersama dengan teman teman dari seluruh dunia, mereka datang sebagai young generation di acara Blue Planet Summit 2008.

Sebuah pengalaman luar biasa bisa berada di acara tersebut. Saya sendiri datang khusus pada hari Jumat untuk keperluan TV program. Salah satu mata acara di Blue Planet Summit ini adalah membuka forum dialog antara generasi lama dan generasi baru di seluruh dunia.

Kebetulan saya ikut sebagai generasi baru yg mewakili negara berkembang di Asia bersama keenam teman lainnya yaitu Chelsea dari reservation area di Arizona, Christian Monroe dari Mexico, Anna Rose dari Australia, Shannah dari Kanada, Silvia dari Italy dan Andrew dari Hawaii. Kami di hadapkan oleh 10 panelis, dimana mereka harus siap menerima pertanyaan yang kami ajukan. Mereka adalah; Eliot Assimokopoulos dari GE, Dr. Heidi Cullen dari The Weather Channel, Jeffrey Izzo dari US Department of State, Elizabeth K.Lindsey seorang Explorer dari National Geographic Society, L Hunter Lovins dari Natural Capitalism Inc, Gal Luft dari Institute for Analysis of Global Security, Andy Revkin dari New York Times, Dr Stephen Schneider dari Standford University dan IPCC,

Ramsay Taum seorang Native Hawaiian Culture and Sustainability dan R .James Woolsey dari Vantage Point Venture Partners.

Talkshow terselenggara dengan lancar dan hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam tapping untuk durasi acara 90 menit. Frank Sesno, vice director CNN seorang journalist ternama di US yang menjadi host dalam acara ini. Saya ingat ketika 10 menit sebelum tapping dia bilang ke kami “Guys, listen to me you are not merried with the paper”. Lucu juga… dia ingin supaya kami semua tidak membaca teks saat talkshow berlangsung.

Suasana persiapan di Blue Planet Summit di Ihilani Resort and Spa J.W Marriot Hawaii, nampak Frank Sesno sedang memberikan pengarahan.

Erda dan L. Hunter Lovins Natural Capitalism Inc

Sebagai seorang young generation dari negara berkembang, saya tidak menyia nyiakan kesempatan ini untuk bertanya pada pemangku kebijakan di US. Dengan tanpa malu dan ragu saya bertanya tentang ketimpangan kemampuan dalam adaptasi dan mitigasi climate change serta opini dan pendapat mereka tentang carbon trade. Diskusi berlangsung sangat ketat dan saling bantah. Beberapa opini mendukung adanya carbon trade dan kesetaraan antara negara maju dan berkembang, namun juga ada yang menilai bahwa semua itu sudah adil karena negara maju telah melakukan transfer technology terhadap negara berkembang.

Tulisan ini belum mampu menggambarkan serunya talkshow saat itu. Sedianya talkshow akan disiarkan oleh CNN dalam waktu dekat.

Semoga yang sedikit ini berarti untuk bangsa dan negaraku.

Berita lain tentang Blue Planet Summit dapat di lihat di:

http://hawaiianislandsphotojournal.blogspot.com/2008/04/blue-planet-summit.html

http://www.blueplanetsummit.org/

http://starbulletin.com/2008/04/01/news/story15.html

http://www.khon2.com/news/local/17250799.html

http://www.kanuhawaii.org/consider/article/?id=1207171059442672

http://www.khon2.com/home/ticker/17284109.html

dll

*) Rindrasih

2 thoughts on “Blue Planet Summit 2008

    rheizzwalker said:
    Maret 1, 2010 pukul 5:57 am

    jadi apa yang bisa kita perbuat sebagai penduduk bumi agar planet tempat tinggal kita ini senantiasa biru dan nyaman untuk dihuni?

    Bagaimana dengan pemanasan global yang kian meluas. Adakah suatu resolusi atau kesepakatan yang dihasilkan dari blue planet summit tersebut?

    Bagaimana pendapat anda, apa yang mesti dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk mendidik warganya mencintai lingkungan sehingga dengan kesadaran penuh tidak akan membuang sampah sembarangan, sekalipun hanya bungkus permen?

    Ulasan anda sangat bagus sekali. Sayang sekali saya telat dua tahun untuk membacanya.

    Dens Baguse Marnoes said:
    Desember 23, 2011 pukul 3:16 am

    wah sok tak dolan nang hawai…..nggolek ki jin kura kura.karo son goku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s