Wajah Pariwisata Aceh sesudah dilindas Tsunami??

Posted on Updated on

Hasil Wawancara dengan Maya Meidiansyah, salah satu activis NGO di Aceh

Maya,
Ada beberapa point yang ingin mbak tanyakan terkait dengan Aceh dan pariwisatanya. Tolong maya bisa beri komentar, jawaban and input.
Assalamualaikum mbak…,
Ini jawaban maya, moga bermanfaat ya mbak…sebelumnya maaf, karena mungkin jawaban maya tidak seperti yang mbak harapkan, dan mungkin maya akan berusaha semampu dan setahu maya sesuai dengan keadaan actual di sini…
a. Bagaimana untuk mengakses Aceh?
Please bisa dijelaskan kalo naik pesawat turunnya di Bandara apa? Ada berapa bandara di Aceh? Trus menuju kota naik apa? Berikut waktu tempuhnya?
Bagi yang datang dari luar negeri, ada beberapa pilihan…
1.naik pesawat dan turun di bandara JAKARTA>>Aceh
2. naik pesawat dan turun di POLONIA Medan>>Aceh
3. naik pesawat dan turun di bandara SIM (Sultan Iskandar Muda) Aceh>>naik airasia lgsung turun di Aceh kalo dari kuala lumpur (biayanya sekitar Rp.550.000.-an).
Bandara yang paling aktif penerbangannya Cuma 1 di Aceh, Di banda Aceh..
Sedangkan bandara lain, ada beberapa di tiap kab/kota..tapi maya kurang tau mbak..mgkin hanya sebagai pendukung saja..
Kalo dari bandara SIM ke kota sekitar 20 menitan, bisa naik taxi, damri, dan car rental.

b. Kemanakah masyarakat Aceh menghabiskan liburan akhir pekan? (Mall, pasar, pantai, jalan, air terjun, jembatan…, nongkrong, perkumpulan)… jawaban terbuka..
Identik, kalo uda libur, banyak yang ke pantai…kalo minggu, ke pantai itu uda kayak jadi adat aja mbak…hehehehe..
Di aceh kebetulan ga ada Mall..
Mungkin ada sebagian yang ke air terjun, atau nongkrong2 di warung kopi atau kios2 burger pinggir jalan.

c. Apakah masih ada aktivitas NGO asing di Aceh? Masih mbak.. masih ada beberapa lagi..
Kira kira berapa lama mereka tinggal (orang asingnys)? Selama kontrak kerja mereka mbak (relatif).
Tinggal di mana? (Hotel, mess, rumah penduduk, kontrak?) kebanyakan kalo yang uda kerja, NGO atau lembaga tu punya guesshouse nya mbak.. menyewa rumah penduduk/kontrak.
Klo hotel juga ada sih mbak, tapi ya yang ga lama2 bgt, mgkin di bawah sebulanan.
dan kira kira mereka mengeluarkan uang di Aceh atau tidak?
Iya mbak..pasti..karena mereka hidup dan makan di aceh, mereka sebenernya care bgt kok dengan aceh..

d. Bagaimana masyarakat Aceh menanggapi pariwisata?
Kadang, ada sebahagian orang yang sulit menerima perkembangan pariwisata, buktinya saat ini wisata di aceh blm banyak brkmbang mbak..
Tapi umumnya masyarakat aceh haus hiburan mbak..buktinya kapal ke sabang selalu penuh, pesawat airasia ke Kuala Lumpur setiap hari penuh.
Masalahnya wisata aceh belum sembuh total dari tsunami, dan dampak konflik.
Apalagi saat ini syariat islam maya pikir sangat membatasi ruang bagi perkembangan pariwisata itu sendiri.

e. Apakah ada resistensi? Maksudnya, ketika mendengar pariwisata, mereka segera berfikir tentang hal negative seperti hura-hura, consumerisme, pemborosan atau prostitusi?
Kalo maya sih enggak mbak..karena hiburan amat sangat perlu apalagi aceh minim banget hiburan, jadi yah kalo ada event2 tententu pasti pada bejubel orangnya. tapi kalo tengku2, ato bapak2 sih pikirannya gitu, karena banyak kejadian vila2/ cottac yang di gunakan sebagai tempat yang ga bener,dsb..yah..paling kalo ketahuan hukuman cambuk lagi.

f. Seberapa efektif toko/pasar atau pusat perbelanjaan di Aceh?
Toko/pasar di aceh sangat maju mbak sekarang, karena sifat masyarakat aceh sekarang yang cukup super duper konsumtif, secara…peredaran uang di aceh sekarang meningkat sejak adanya NGO2 / pasca tsunami ini mbak.. makanya toko2 sangat menjamur di aceh. Di bilang2 di koran2, walikota banda aceh sekarang dipanggil ”WAGITO” >> Walikota Gila Toko, hehehe… Coz, pembangunan toko2 di aceh gila2an. Hampir dimana-mana toko/ruko mudah kita jumpai.
Walaupun ada sebagian kalangan yang tetap senang berbelanja ke Kuala Lumpur or Medan.

g. Bagaimana Bank, Biro travel, money changer, persewaan mobil bergerak? Ada atau tidak? Dan seberapa ramai?
Secara umum, semuanya sangat berkembang pesat, apalagi biro travel dan car rental.
Bayangkan saja mbak, tiket pesawat Banda aceh-Jakarta/Medan pada Sabtu minggu pasti full.. Yah, sebagian isi pesawat itu adalah NGO’ers.
Apalagi dengan adanya penerbangan airasia ke kuala Lumpur setiap harinya…sekarang uda banyak tumbuh biro travel baru.

Apakah museum tsunami, makam korban tsunami, bangunan penanda early warning, menjadi daya tarik bagi masyarakat? Maksudnya, apakah mereka senang mengunjungi tempat2 tersbut?
Iya mbak, apalagi menjelang puasa n idul fitri, banyak orang yang ziarah.
Museum tsunami belum selesai di bangun mbak.
Yang masih menjadi daya tarik salah satunya adalah kapal PLTD apung yang terdampar itu lho mbak…tau kan??

Apakah ada orang berjualan di sekitar situ? Ada, tapi kalo di dekat makan belum ada mbak..
Maya sementara itu dulu ya pertanyaannya. Maaf nih jadi merepotkan Maya juga Meidy. Semoga kita berjodoh dan dipertemukan ALLAH suatu hari nanti ya May..
Selamat mempersiapkan pernikahannya.
Thanks 4 doanya ya mbak.. ;))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s