Enakan ngeGosip ata diGosipin?

Posted on Updated on

by: Rindrasih Erda

Hayo ngaku, siapa di dunia ini yang belum pernah di gosipin atau ngegosipin? Aku yakin pasti gak ada yang luput dari virus mematikan ini. Virus ini sangat berbahaya, khususnya bagi otak, hati, ginjal, mata, telinga, mulut, tangan, kaki, rambut, hidung… semua mua deh pokoknya, akan diserang oleh virus gossip ini yang mematikan. Bahkan lebih parah lagi karena virus gossip ini mudah sekali menular dan sangat addicted, hampir tidak ada obatnya, satu orang terkena maka satu kampung bakalan kesakitan.

Kenapa virus gossip ini mematikan? Pertama, virus gossip ini mematikan karakter seseorang. Pernah dengar kata pembunuhan karakter? Nah… ini mungkin mirip mirip lah. Saat seseorang nggosip dia sama seperti membunuh karakter seseorang dan menggantinya dengan karakter yang dia label kan pada orang yang baru itu. Padahal label yang dia berikan belum tentu benar dan lebih buaaanyaak salahnya. Kalau apa yang dia gosipkan itu benar, tetap saja ada bias dalam penyampaian informasi, namun kalau gossip itu salah berarti jelas jelas si penggosip itu sudah membunuh. Makanya dalam Islam di bilang bahwa “fitnah lebih kejam dari pembunuhan”. Bisa dipahami kan kenapa lebih kejam? Kalau pembunuhan secara fisik, tentu si nyawa pergi dari badan dan kemudian bebas menentukan langkah di alam yang lain. Nah, coba kalau yang dibunuh karakter seseorang, si korban akan jungkir balik menjunjung label baru yang sama sekali dia tidak tahu. Dampak dari fitnah memang sangatlah besar dan menyakitkan bagi si korban, makanya si penggosip alias si pemfitnah sungguh di anggab keji dan tak berperasaan.

Kedua, virus gossip mematikan positive thinking. Maaf bagi yang cinta tanah air, saya coba cari padanan kata positive thinking di bahasa Indonesia agak sulit, oke oke… kita pake berfikir tambah gitu aja ya..ah..tapi aneh. Kenapa positive thinking mati saat di gosipin mau nggosip? Begini, seseorang yang suka nggosip punya tendensi untuk melihat hanya pada hal hal buruk seseorang semata. Segala kejadian yang menimpa seseorang selau dilihat dari sisi gelapnya saja. Selalu ada praduga, ada prasangka yang itu menunjukkan adanya penyakit hati di penggosip tersebut. Bukan hanya bagi si penggosip, bagi orang yang pernah di gossipin pun pasti akan merasa was was ketika bertindak… begini salah begitu salah, akhirnya dia juga bernegative thinking bahwa orang disekelilingnya akan berfikir buruk tentang dia, padahal belum tentu. Alhasil, biasanya ada dua opsi yang dia pilih yaitu salah tingkah atau cuek bebek. Keduanya sebenarnya bukan pilihan yang bener bener tepat sih, salah tingkah bikin hati tidak tenang salah salah bisa ngancurin acara. Nah kalo cuek bebek kayaknya sih pilihan yang diambil banyak orang, tapi menurutku tetep ada lemahnya, yaitu kita jadi gak mengindahkan kata orang, punya tendensi untuk mengacuhkan warning kesalahan di sekitarnya. Sampai sampai banyak yang punya slogan “anjing menggonggong kafilah tetap berlalu”.

Keempat, virus gossip mematikan hidayah. Wuihh… aku agak grogi nulis tentang hidayah. Hidayah yang satu ini bukan Hidayah anak kampung sebelah, atau Neng Hidayah yang jualan sate tiap sore, tp hidayah yang lain. Aku ngeliatnya bahwa hidayah ini adalah sebuah bisikan baik dari hati nurani. Persoalan datangnya dari mana bisikan baik itu, nah itu tergantung kepercayaan masing masing. Bagi mereka yang religious mereka akan berfikir itu adalah petunjuk Tuhan, namun bagi yang sekuler bolehlah bilang itu inspirasi. Semuanya ok lah.. Hidayah bisa mati kalau kita suka bergosip atau gak kuat di gossip. Misalnya dengan reaksi emosi, menggunakan kata kata kotor untuk mengumpat, hingga membalas dendam dengan gossip yang lain. Wah kalau sudah begini, jadi kacau balau jadinya.

Di postinganku terdahulu ada beberapa alasan kenapa seseorang sampai bergosip ria tanpa sadar bahaya bagi dirinya dan lingkungannya. Coba dikutip sejenak, orang menggosip biasanya karena: 1)ingin mempererat hubungan perkawanan. Yoo sambil nggosip biar dikira paling tau dan jadi teman curhat yang asyik, padahal yg namanya curhat on air itulah 99% nya ngomongin orang dari ngomongin diri sendiri… he..he. (sory statisticnya gak valid, cuma biar keliatan ada kuantitative analysis gitu bo).

2) cemburu, iri, dengki, srei dll. Pernah dengar gak istilah ‘iri tanda tak mampu’ ? banyak loh yang sebelum nggosip sudah berusaha untuk menyaingi si korban, tp biasanya gagal sehingga dia mencoba mencari cara lain untuk membuat dirinya keliatan lebih baik atau minimal sejajar. Ah… ini pikiran yang salah. Karena setiap orang tuh ada lebih dan kurangnya, ada saat manusia keliatan bagusnya dalam setiap komunitas dan ada juga sedang keliatan gak bagusnya. Ini cuma persoalan waktu saja kok, jadi sabar saja dan tetap berusaha jadi orang baik, tentu nanti orang akan melihat dan menghargai kita. So, kalau sudah ada tanda tanda minder dalam hati, iri atas kesuksesan orang, cemburu, dll, coba stop pikiran pikiran itu, segera minum obatnya. Obatnya,  coba dekati si orang yang engkau cemburui, jalin pertemanan dan belajarlah dari dia kenapa dia bisa sukses, bukan malah njelek-njelekin dia.

3) meredakan amarah. Eh sobat terhormat. Ini juga gawat nih!! Ada tipe orang yang gak suka bilang terbuka kalau hatinya gak enak. Jadi kekesalan itu disimpen terus, sampai numpuk di dalam hati. Inget loh.. hati itu Cuma kecil, paling gak lebih dari semangkok mie ayam aja, jadi jangan diisi dengan kekesalan yang terus menerus. Ada saat hati gak muat lagi untuk menampung pecahan pecahan emosi yang tidak berguna itu. Isi hati dengan permata kebijaksanaan dan doa. Baiknya sih coba di bicarakan dengan si empu yang bikin kita marah tu, bicara baik baik tentang kesalahan dia dan bahwa dia sudah menyakitimu. Supaya lega hati mu. Persoalan dia mau minta maaf atau tidak, itu bukan lagi urusan yang harus di pikirkan. Dari pada nunggu nunggu kata maaf, sudah berikan saja maaf itu sebelum dia memintanya. Jadi hatimu lebih tenang. Biarkan si dia juga berfikir dan berinstrospeksi diri. Jika cara penyampain yang baik dan tenang biasanya si dia akan sadar dan justru berterimakasih kepadamu. (ups..tp jangan juga berharap dia berterimakasih … lakukan dengan ikhlas aja…)

4) guyonan dan lelucon. Emang seru sih bercandaan dengan mengorbankan orang lain. Ngata ngatain orang, ngomentarin orang semaunya, wuihhh serasa seperti hakim saja kale. Jangan salah, itu juga dibilang gossip n ada bahaya nya juga. Kalau kamu liat perempuan gemuk banget yang jalan di depanmu, trus kalian lagi ngobrol berdua, salah satu dr kamu nyletuk, “Gendut amat tuh cewek”…nah itu juga dah dosa tuh! So, ati ati dengan mulut ya. Mending juga nyanyi nyanyi dari pada ngomongin orang. Trus, kalo lelucon gak usah ngorbanin orang deh… emang enak kita dipake maskot buat sebuah komunitas tertentu. No no…no…

Sory, tulisan ini tidak memuat solusi yang lebih sistematis. Aku akui aja deh, karena emang sepertinya masih sulit ada obatnya. Karena obatnya cuma kekebalan tiap individu dalam menghadapi si penggosip, komunitas penggosip ataupun gossip itu sendiri. Nah kalo ditanya gimana biar kebal dari virus gossip kita bisa coba dengan selalu berpositive thinking untuk diri sendiri maupun orang lain, jangan mau diajak ngomongin orang, kalau ada temen mulai ngomongin orang coba diingatkan dan ajak dia ngomongin positivenya orang itu aja, and bina hubungan baik dengan banyak orang setulus tulusnya. Trus kalau kamu lagi digosipin coba bilang dalam hati, “untung cuma satu dari sejuta aib ku yang ketauan” he..he..

Satu lagi yang paling pasti manjur yaitu DOA… jangan ketawa lu…! Tuhan aja bisa bikin kamu, bisa bikin bapak n ibumu, bisa bikin bumi n langit, masak menutup aib orang saja tidak mampu. Berdoa saja untuk minta ditutup aib kita ini dan minta kekuatan untuk bisa menjaga mulut kita ini dari perkataan yang tidak berguna.

Salam manis dengan senyum manis dari ku

Erda

One thought on “Enakan ngeGosip ata diGosipin?

    Suherman Heri said:
    Mei 15, 2013 pukul 3:50 am

    ”’nggosip dan digosipin ke dua-duanya itu tidak baik ”’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s