Ngobrolin Water Boom Baru

Posted on Updated on

by: Rindrasih

Saat ini trend membuat atraksi pariwisata mulai mengarah kepada bentuk pariwisata alternatif salah satunya water boom atau water park. Wahana rekreasi yang menawarkan atraksi berbasis air ini memberikan bentuk baru bagi jenis pariwisata lama yang berbasis pegunungan dan pantai. Sebenarnya atraksi air sendiri sudah sejak lama di gunakan sebagai penarik wisatawan. Namun pada decade terakhir ini perkembangan water park mulai merambah pada skala kecil di tingkat kabupaten/kota. Sehingga pihak swasta pun ramai ramai mencari lokasi di kabupaten/kota yang belum terdapat wahana air ini.

Bersama keluarga, saya tertarik untuk menikmati water boom yang baru saja dibuka kira kira satu bulan di daerah dekat tempat tinggal saya di Balong Jl. Plered Bantul. Kami berempat dengan satu balita. Biaya masuk cukup terjangkau Rp. 15.000,-, per orang, jika ingin menyewa gazebo biaya sewa Rp 10.000,- dan untuk loker dikenakan Rp 3.000,-.

Water boom ini tidak terlalu luas namun bersih. Konsep utama nampaknya dibagi menjadi dua, yaitu untuk anak-anak dan adventure. Untuk anak anak disedikan perosotan setinggi kurang lebih 2-3 meter dan tumpahan air seember besar setiap beberapa menit sekali yg cukup menarik bagi anak anak. Untuk adventure, mereka membuat menara tinggi kurang lebih 12 meter dengan dua atraksi utama, yaitu seluncuran miring lurus dan seluncuran berkelok. Semuanya bermuara pada satu kolam yang sama sedalam satu meter. Dua adventure yang cukup menarik untuk di coba, terbukti sering terdengar teriakan histeris beberapa pengunjung yang mencobanya. Terdapat pula food court dengan beberapa kios makanan yang harganya cukup terjangkau.

Sayangnya, satu hal yang saya perhatikan dari Water Bom baru ini adalah minimnya petugas pengawas dan faktor keamanan. Untuk wahana anak anak, mereka tidak menyediakan karet atau sejenisnya dibawah perosotan yang tinggi (+/- 2 meter). Padahal air yang ada dibawahnya hanya sekitar 30-40 cm yang tidak cukup menahan gaya berat si peluncur ditambah gaya gravitasinya. Alhasil, seluncuran di papan kuning itu cuma sekali saja, karena beberapa anak merasakan sakit di pantat mereka saat sampai di air. Untuk itu alangkah lebih baik jika ada semacam karet peredam di bawah perosotan sehingga si peluncur tidak langsung terantuk di lantai kolam.

Saya juga ingin menyoroti kurangnya pengawasan dari petugas. Misalnya saat ada anak yang berdiri di wahana adventure berkelok yang seharusnya untuk duduk berseluncur. Remaja yang berdiri di wahana ini menurut saya sangat berbahaya, karena dia mungkin dapat terpeleset dan jatuh sedangkan tinggi dari dinding kanan dan kiri wahana ini tidak terlalu tinggi dan terbuka. Sudah sepantasnya petugas membawa peluit dan memperingatkan mereka. Selain itu, ada baiknya ada aturan yang ditetapkan untuk jumlah peluncur di wahana ini. Petugas harus benar benar memperhatikan apakah peluncur sebelumnya sudah mencapai kolam sebelum mengijinkan peluncur selanjutnya memulai. Hal ini penting untuk menghindari tabrakan di tengah sehingga tidak ada yang terluka. Kemudian saya kira sebaiknya peluncur haruslah satu per satu tidak dalam kelompok. Karena ini sangat berbahaya ketika sampai di bawah, terutama peluncur terdepan tertimpa oleh teman-teman di belakangnya. Memang nampaknya mereka menikmatinya, namun kita tidak tahu kemungkinan kemungkinan yang terjadi nanti. Maka saya kira sudah sepantasnya ada petugas yang memantau dengan teliti para pengunjung untuk menghindari cedera dan hal hal yang tidak diinginkan.

 

Last but not least, saya berharap keberadaan water park ini telah di temani oleh dokumen AMDAL dan Ho dari lingkungan sekitar. Menyangkut diperlukannya supply air yang sangat banyak untuk aktivitas ini, sedangkan disekitar water park ini adalah daerah persawahan yang notebene juga memerlukan air dalam jumlah besar. Mudah mudahan juga terdapat pengelolaan limbah air berkaporit ini dengan baik. Selain itu, saya berharap juga keberadaan water park ini mendorong masyarakat sekitar untuk melakukan aktivitas ekonomi. Sehingga tidak hanya pengusaha dan pengunjung yang terpuaskan namun juga masyarakat sekitar dan lingkungan. Salam**

3 thoughts on “Ngobrolin Water Boom Baru

    jeng lina said:
    Maret 27, 2010 pukul 10:00 am

    Jd tau skrg di yk ada wahana water2an. Maklum ak lg ada di benua sumatera yang jauh dr keramaian alias di curup. Dah setahun, insya 4jj1 tengah bln ini plg ke yogya. Kuangen dengan yogya…

    erdha responded:
    April 8, 2010 pukul 8:02 am

    Yoi sukurlah, .. kapan mo balik Jogja jeng? Kok gak ikut masnya ke Australia? Kabar kabarin ya kalo ke Jogja.🙂

    jeng lina said:
    April 19, 2010 pukul 10:02 am

    ak balik ke yogya insya 4jj1 pertengahan tahun ini. He5x. Pgnya ikut suami tetapi sikon g memungkinkan. Met ketemu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s