UU 10/2009 dan Implikasinya Bagi Pengelolaan Kepariwisataan Daerah

Posted on

Undang Undang kepariwisataan telah disahkan lebih dari satu tahun yang lalu. Sebenarnya UU yang baru ini telah diinisasi sejak 1998 sebagai upaya untuk memperoleh tatanan sistem pemerintahan yang lebih baik dan UU yang lebih relevan. Dibentuk sebuah tim kecil tahun 1998 untuk mengkaji ulang Undang Undang Kepariwisataan yang lama. Kami mendapati bahwa UU tersebut sudah tidak lagi relevan dengan perkembangan ilmu pariwisata. Lebih parah lagi ketika kita menemukan bahwa banyak tabrakan dan kekosongan makna dalam UU sebelumnya.

Dalam state of art pariwisata dipengaruhi oleh lima hal termasuk produk, management, environment, technology dan demand.

UU Kepariwisataan sebelumnya lebih memfokuskan pada pengusahaan pariwisata semata. HAK menjelaskan bahwa pengusahaan pariwisata hanyalah menjawab pertanyaan tentang bagaimana jika ingin berusaha dalam bidang pariwisata. Maka kemudian tidak heran jika pada UU sebelumnya hal hal seperti Sapta Pesona lebih banyak muncul. Masyarakat menjadi bagian yang dikenai kewajiban, namun tidak pernah dianggab memiliki hak sebagai wisatawan. Sedangkan menurutnya bahwa kepentingan wisatawan juga harus menjadi bagian penting dalam Undang Undang Kepariwisataan. Dalam UU Kepariwisataan yang baru, focus pada isu Kepariwisataan lebih kentara. Hal ini dapat dilihat dalam azas, tujuan dan fungsi. Kepariwisataan dalam hal ini dimaksudkan sebagai sebentuk kegiatan pariwisata yang memiliki sebuah misi didalamnya yaitu untuk sepenuhnya kesejahteraan rakyat baik rakyat sebagai penyedia attraksi maupun rakyat sebagai wisatawan. UU baru mengakonomidasi lebih banyak.

Beberapa hal yang baru dalam UU Kepariwisataan No 10/2009 adalah sebagai berikut:

  1. Pembangunan, Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan, Hierarki cakupan (Industri, destinasi, pemasaran, dan kelembagaan) dan pendekatan.
  2. Terdapatnya pengembangan sistem informasi kepariwisataan (opsional)
  3. Badan promosi pariwisata daerah (opsional): relevansinya dengan lembaga sejenis dan pemerintah (Tugas pokok dan fungsi) ruang lingkup urusan kepariwisataan vs pariwisata.
  4. Gabungan industri pariwisata Indonesia. Pemda menyelenggarakan pelatihan SDM standar kompetensi naker kepariwisataan sertifikasi naker dna usaha, status kelembagaan mandiri.
  5. Pengembangana sistem informasi kepariwisataan (opsional)
  6. Badan promosi pariwisata daerah (opsional): relevansinya dengan lembaga sejenis dan pemerintah (Tugas pokok dan fungsi) ruang lingkup urusan kepariwisataan vs pariwisata. Gabungan industri pariwisata Indonesia. Pemda menyelenggarakan pelatihan SDM standar kompetensi naker kepariwisataan sertifikasi naker dna usaha, status kelembagaan mandiri.

Dalam paparanya Hendrie Adjie Kusworo menyampaikan bahwa pariwisata adalah sebuah bidang yang sangat dinamis dimana memerlukan SDM yang kompeten dalam bidang pariwisata. Pada kenyataanya SDM di Dinas Pariwisata maupun yang mengurusi pariwisata tidak sesuai bidangnya. Pariwisata dianggab sebagai sektor minor dan buangan untuk staff.

Tentang RIPPDA HAM menekankan perlunya dukungan masyarakat dalam penyusunan dan implementasi RIPPDA. Yang diperlukan dalam sebuah pengembangan pariwisata adalah partisipasi bukan hanya dokumen hasil studi dari para pakar. HAK menguraikan tentang perlunya managemen destinasi yang lebih komprehensive dan menggunakan konsep borderless yaitu menghilangkan batas batas administrasi. Seharusnya konsep cluster lebih dikedepankan dalam pengembangan pariwisata. Cluster ditentukan berdasarkan kesamaan karakteristik strategis ditiap wilayah dimana lebih banyak tidak sama bentangan lahannya sebagaimana batas administrasi di tetapkan.

Pendekatan destinasi juga menjadi hal baru dalam UU 10/2009 yaitu pendekatan kawasan strategis nasional, daerah, cross border, integrasi horizontal, vertical dan diagonal. Usaha pariwisata: peraturan menteri dan komplikasi perijinan, pengelolaan hak, kewajiban dan larangan. Tidak secara eksplisit disebutkan promosi, tapi langsung devisa.

Sumber: Puspar UGM official website

8 thoughts on “UU 10/2009 dan Implikasinya Bagi Pengelolaan Kepariwisataan Daerah

    ryo4life said:
    Juni 8, 2010 pukul 9:59 am

    Sangat berguna nih mas tulisannya… Terimakasih… Kunjungi juga http://indonesia4lifetransferfactors.wordpress.com/

    Tq, Ryo4life

      erdha responded:
      Juni 9, 2010 pukul 2:15 am

      Terimakasih atas komentarnya. Sedikit koreksi, saya sebaiknya dipanggil mbak saja.šŸ™‚

    fari said:
    September 2, 2011 pukul 3:20 am

    wah kebetulan skali nih mbak, makasih ya atas tulisannya.

    Davijani Rumengan said:
    Januari 26, 2012 pukul 5:44 am

    mba erdha tks sudah berbagi info mengenai uu 10/2009, saya sebenarnya sedang mencari tau mengenai tata cara penilaian atau pengklasifikasian hotel berbintang, apa syaratnya, dasar hukumnya apa dan siapa yang berhak memberikan hotel itu berbintang. Ada satu kepmen kebudpar no km.3/hk.001/mkp.02 sepertinya menjadi dasar hukumnya, saya dah browsing untuk mencari tau isinya tapi kok gak ketemu.Mohon info dan pencerahannya mba. Tks

    Abdurrahman Agus said:
    Mei 20, 2012 pukul 9:10 am

    Knock….knock……
    Assalamu’alaikum…..wr.wb.

    Salam Hormat..
    berharap Ms Erda sehat selalu.
    perkenankan saya Agus Abdurrahman dari Pusat Studi Pengembangan dan Pemasaran Desa Wisata Fe. UII (baru mau dibentuk ) untuk menyampaikan salam Desa Wisata.
    Mohon ijin nyasar kesini cari referensi.
    Thank

    nadya larassati said:
    Oktober 30, 2012 pukul 7:37 am

    mohon di perjelas lagi jenis undang undangnya

    ardhie said:
    Maret 28, 2013 pukul 6:28 am

    wah bagus mba tulis nya,, tapi saya belum mengerti sepenuh nya dengan undang undagn pariwisata ..
    makasih juga mba dengan ada nya blog ini bisa menjadi inspirasi saya ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s