Gunung Rinjani keagungan yang menyendiri

Posted on

Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726 meter dpl merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia setelah gunung Kerinci atau puncak ketiga tertinggi setelah puncak Jaya/Carstenz pyramid di Papua. Menuju puncak Gunung Rinjani bisa ditempuh dari dua tempat yaitu pintu Senaru dengan ketinggian 600 M dpl dan pintu Sembalun (Sembalun Lawang) dengan ketinggian 1.150 M dpl. Pintu Sembalun lebih banyak dipilih karena lebih dekat ke puncak sehingga bisa menghemat tenaga.

Taman Nasional Gunung Rinjani terletak pada zona transisi utama (Wallace). Flora dan fauna Asia Tenggara yang terdapat di dalamnya antara lain Lutung, Kera abu berekor panjang, rusa, landak, musang dan kijang, burung kakatua, serangga, burung, dan kera dan babi hutan, cemara kasuarina, anggrek, bunga abadi/edelweiss.

Terdapat Air Panas Sebau di Taman Nasional Gunung Rinjani yang dipercaya oleh masyarakat mampu mengobati berbagai macam penyakit kulit. Tempat pemandian ini terletak di sekitar Bukit Bau yang terdapat berbagai jenis burung, rusa, dan kera. Namun yang disayangkan adalah adanya kepercayaan masyarakat yang menyakini bahwa dengan membuang pakaian yang telah digunakan untuk berendam, maka penyakit mereka akan juga terbuang. Sehingga sekitar lokasi pemandian cenderung terlihat kotor oleh pakaian dibuang sembarangan oleh pengunjung.

Taman Nasional ini memiliki Danau Segara Anak yang dapat ditempuh dari dua jalur resmi pendakian yaitu jalur pendakian Senaru dan jalur pendakian Sembalun. Danau yang berbentuk seperti bulan sabit ini memiliki ketinggian sekitar 2.020 m dpl, kedalamannya sekitar 230 meter, dan luasnya sekitar 1.100 Ha. Di dalam danau banyak terdapat ikan mas dan mujair, sehingga sering digunakan untuk memancing. Dengan warna airnya yang membiru, danau ini bagaikan anak lautan, karena itulah disebut “Segara Anak”. Di sekitar Danau Segara Anak terdapat area yang dapat digunakan untuk tempat berkemping/berkemah. Sedangkan di bagian bawah Danau Segara Anak, terdapat sumber air panas (Aik Kalak Pengkereman Jembangan) yang sering digunakan untuk menguji dan memandikan benda-benda bertuah, seperti pedang, keris, badik, tombak, golok, dan sebagainya. Apabila benda-benda ini menjadi lengket ketika direndam, pertanda benda-benda tersebut tidak memiliki kekuatan supranatural. Sebaliknya, apabila benda-benda tersebut tetap utuh berarti benda tersebut memiliki kekuatan supranatural dan dipercaya memiliki keampuhan tertentu. Di tengah-tengah Danau Segara Anak terdapat Gunung Baru Jari atau Gunung Baru. Masyarakat sekitar meyakini bahwa gunung baru adalah pusat gunung Rinjani.

 

 

 

Objek lainnya di sekitar Danau Segara Anak adalah Hulu Sungai Koko Puteq, yaitu sekitar 150 meter dari Danau Segara Anak. Selain itu, Terdapat pula Goa Susu, Goa Manik, Goa Payung. Goa Payung sering dimanfaatkan untuk bermeditasi. Selain itu, terdapat juga jenis atraksi budaya berupa Bunut Ngengkang, yaitu merupakan tempat persinggahan yang artinya ”batu penyesalan”. Terdapat atraksi budaya Pakelem, yaitu memandikan keris di Danau Segara Anak pada bulan Maulud.

Strategi pengembangan ekowisata di Taman Nasional Gunung Rinjani meliputi pola kemitraan, membentuk pelaksana pengelola program, sasaran program, produk ekowisata, dan melaksanakan pembinaan manajemen taman nasional. Program ini melibatkan masyarakat sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani dalam hal pemeliharaan kawasannya. Beberapa kelemahan dalam pengelolaan kawasan wisata ini antara lain dalam hal penerimaan retribusi yang kurang transparan, kurangnya tenaga kerja di Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, dan pendanaan yang kurang tepat pada waktunya.

 

2 thoughts on “Gunung Rinjani keagungan yang menyendiri

    ardiie said:
    Maret 27, 2013 pukul 1:48 pm

    pemirintah daerah gunung rinjani seharus nya mempromosikan,, sayang kan kalo ada tempat yang indah tapi kurang kita manfaatkan …
    terimakasih

    ardhie said:
    Maret 28, 2013 pukul 6:23 am

    gunung rinjani bagus dan menarik untuk di kunjungi ..
    tapi sayang tenaga kerja taman nasional gunung rinjani masih kurang ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s