Nilai Strategis SeaGames dalam Pariwisata

Posted on

Kegiatan olah raga telah lama dikategorikan sebagai salah satu atraksi dalam pariwisata. Berbagai event olahraga diselenggarakan secara nasional maupun international, misalnya Olimpiade, Commonwealth, Asia Games, Sea Games maupun kegiatan olah raga lainnya. Bagaimana sebenarnya event olahraga dalam kacamata pengembangan pariwisata?

Pemahaman hubungan antara olahraga dalam pariwisata dapat dipahami dari adanya pemikiran bahwa manusia bersedia melakukan perjalanan untuk sebuah kegiatan olah raga. Perjalanan merupakan ruh dari pariwisata olah raga atau “sport tourism“. Ada tiga hal mendasar yang dapat ditilik dalam memahami olah raga sebagai event pariwisata, yaitu: kepuasan penonton, branding, dan pengalaman menonton.

Kepuasan Wisatawan vs Kepuasan Penonton

Dalam event olah raga penonton dapat dikategorikan sebagai wisatawan. Jumlah penonton yang hadir dalam sebuah pertandingan olah raga juga dipengaruhi oleh seberapa efektif kapasitas penyelenggara dalam menarik penonton. Sama halnya dengan pariwisata, jumlah wisatawan yang berkunjung sangat dipengaruhi oleh sebagaimana pengelola destinasi mampu menarik wisatawan.

Konsep seperti jumlah kunjungan wisata, lamanya tinggal wisatawan, jumlah uang yang dibelanjakan di lokasi destinasi, menjadi logis untuk diimplementasikan dalam event olah raga. Oleh karena itu maka kepuasan penonton juga dalam sangat dipengaruhi oleh kesiapan penyelenggaraan, atraksi olahraga, keamanan dan kenyamanan.

Branding Bangsa dan Bendera

Jelas dapat di lihat ketika kegiatan olahraga adalah kegiatan international maka partisipasi berbasis bangsa menjadi mutlak. Negara memunculkan identitas dirinya yang diwakili oleh para pemain. Legitimasi perwakilan itu kemudian di kukuhkan dengan keriuhan supporter yang mendukung pemain yang mewakili bangsanya. Meskipun tidak sepenuhnya kemenangan dan kekalahan dalam pertandingan olah raga akan menjadi simbol kekalahan sebuah bangsa, namun hal ini sedikit banyak berpengaruh terhadap bagaimana publik memberikan urutan kelas bagi sebuah negara.

Di dalam konteks pariwisata, Weed et al, 2010 menerangkan tentang munculnya branding, image dan bendera serta logo logo dalam pertandingan olah raga yang secara langsung maupun tidak langsung telah mentransformasi pertandingan menjadi ajang melabelan identitas diri. Dimana label label ini kemudian membentuk ‘cara pandang’ terhadap suatu bangsa. Kita tahu bahwa pariwisata merupakan kegiatan ekonomi yang sensitif yang sangat dipengaruhi oleh image dan branding. Baik olah raga maupun pariwisata sama sama memegang peran dalam (re)cration dan (re)presentation dari identitas nasional. Gammon (2010) juga memperkenalkan sebuah konsep interaksi antara aktivitias, manusia dan tempat penyelenggaraan. Interaksi ini persis seperti interaksi yang terjadi dalam kegiatan pariwisata. ‘Manusia’ menjadi element kunci dalam menkonstruksi tempat olah raga, dan sebagai pusat ‘protagonist’ dalam aktivitas olah raga.

Pengalaman Baru melalui Perjalanan Budaya

Kurang lebih 15 tahun yang lalu, Baines (1996) mencoba mendefinisikan bahwa perjalanan untuk menyaksikan kegiatan olah raga sebagai sebuah rekreasi dimana secara langsung menyaksikan penyelenggaraan pertandingan. Urry (2002) menyebutkan bahwa biasanya para wisatawan olahraga melakukan perjalanan didasari oleh tiga kebutuhan yaitu face to face, face to place dan face the moment. Face to face disini adalah ketika wisatawan olahraga menyaksikan pertandingan meskipun secara tidak langsung, face to place adalah ketika wisatawan berada di kota/negara lokasi pertandingan langsung menyaksikan sedangkan face the moment adalah menyaksikan moment pertandingan tanpa berada di lokasi dan tidak live (siarang langsung). Inilah yang sedikit membedakan antara atraksi pariwisata yang in situ, dengan event olah raga. Karena event olah raga memberikan alternatif untuk menikmati sebuah atraksi tidak pada waktu itu dan tidak di tempat itu. Jadi nampaknya yang terpenting adalah bukan “being there” atau harus berada di sana namun ‘being where?”.

Hal ini juga di teliti oleh Frew & McHilivray, 2008; Weed, 2006 yang mempelajari kasus penyelenggaraan piala dunia South Africa tahun 2010. Ia menganggab bahwa ada pergeseran standard kepuasan menyaksikan pertandingan langsung di lokasi menjadi lebih rendah. Kini menyaksikan pertandingan secara tidak langsung di lokasi yang lain menjadi lebih dipilih. Hal ini karena faktor faktor resiko yang minimal, diantara resiko keamanan, kenyamanan dan finansial. Fenomena ini juga ditangkap oleh pengelola pubs, bar, cafe dan rumah makan yang secara cepat menyambar kesempatan untuk mengadakan nonton bareng dimana hal ini secara syarat telah memenuhi komunalitas menyaksikan pertandingan olah raga telah terpenuhi. Kendati demikian, Indonesia tidak perlu berkecil hati, baik face to face, face to place, maupun face the moment, ketiganya memberikan efek ‘diingat’ oleh para penonton. Sehingga di kemudian hari referensi destinasi para penonton ketiga kategori tersebut bertambah.

Terakhir penulis berharap penyelenggaraan Sea Games 2011 di Indonesia dapat berjalan sukses dengan mampu mencapai standar kepuasan penonton dan pemain, memunculkan branding yang baik dan mampu menarik wisatawan. Karena hal ini dapat berpengaruh terhadap pengembangan pariwisata Indonesia yang berada dalam kompetisi yang ketat dengan negara negara lain. Sehingga dalam jangka panjang akan memberikan dampak positif bagi ekonomi dan sektor terkait lainnya. Semoga.

Tulisan telah dimuat di http://www.kabarindonesia.com (22 November 2011)

One thought on “Nilai Strategis SeaGames dalam Pariwisata

    mo said:
    Desember 13, 2011 pukul 12:56 pm

    Nice posting…
    Silahkan juga kunjungi postingan berikut.
    http://trancepass.blogspot.com/2011/11/seagames-2011-dan-promosi-pariwisata.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s