Tentang Marah

Posted on Updated on

Sejak April tahun ini, hampir tak ada yang kutuliskan dalam Erda Ngobrol. Bukan apa apa, ini hanya soal waktu yang tidak sempat bukan tidak ada.  Waktu selalu ada, karena setiap hari memang 24 jam, tak pernah lebih dan tak pernah kurang.

Aku ingin menulis tentang MARAH …

Banyak orang berfikir marah itu penting. Penting untuk menunjukkan bagi orang lain kesalahannya. Kenapa aku pengen nulis marah? Tulisan ini tidak tiba tiba begitu saja muncul. Aku mengenal seseorang yang memiliki hobi marah.. terkadang tidak ketulungan. Ia mudah sekali marah pada hal hal yang sangat kecil sekalipun. Pada titik koma yang kurang di dalam tulisan, atau pada sebutir debu di meja kantornya. Itu sudah mampu membuatnya marah.

Jika dia marah, darahnya naik ke kepala. Raut mukanya yang bersih menjadi memerah seperti api. Apalagi jika dia dalam keadaan panas, maka warna merah itu dihiasi oleh keringat yang terus mengalir. Seperti daging yang dipanggang dan keluarlah minyaknya.

Aku bicara bukan tentang dia. Tetapi tentang Marah.

Kenapa pada hal hal kecil seseorang bisa marah yang super dasyat. Aku sendiri tidak pernah diajarkan marah oleh orang tuaku. Seperti apa marah itu aku tak pernah dan tak mampu. Apalagi harus membentak bentak dan menggunakan kata kata kasar yang justru lebih menyakitkan daripada kesalahan orang yang sudah membuat kita marah. Menangis adalah caraku untuk mengatakan aku marah…

Dosen marah dengan mahasiswa, guru marah dengan murid, atasan marah dengan bawahan… orang pikir itu biasa. Tetapi kenapa tidak memilih bukan dengan MARAH… tetapi dengan sabar dan mencari solusi bersama. Mahasiswa membuat kesalahan karena apa? cobalah untuk mengerti dan menjadikannya pelajaran supaya tidak mengulangi lagi dikemudian hari. Demikian juga dengan atasan untuk apa marah marah. Marah akan memberikan noda pada kain yang bersih. Sekalipun Atasan sudah meminta maaf pada bawahan, namun bekas noda itu masih ada. tak akan bisa hilang.

Ia harus dicuci dengan kutulusan. Berikut ini ada tulisan tentang marah:

Al Ghozali rahimahullah berkata saat menjelaskan tentang sebab-sebab marah.Diantara sebab-sebab timbulnya marah adalah: kezuhudan, bangga diri, bercanda, main-main, mengejek, mengolok-olok, berbantah-bantahan, saling bermusuhan, berkhianat, mengejar kelebihan harta duniawi dan pangkat, dan sebab yang paling banyak menimbulkan kemarahan adalah pengelabuan orang yang bodoh dengan menyebut kemarahan itu sebagai keberanian, kejantanan, harga diri dan semangat yang tinggi.

Jika hatimu rendah, dan jiwamu menunduk, dan batinmu khusuk menyadari bahwa tak ada manusia yang sempurna di muka bumi, dan bahwa kita pun juga tak lebih baik dari orang yang membuat kesalahan pada kita, maka marah adalah tindakan bodoh.

Jangan Marah….

(Beberapa diambil dari Sumber: http://www.salimah.or.id/marah-dalam-pandangan-islam/)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s