Beasiswa LPDP dimataku

Posted on Updated on

Sejak dua tahun terakhir keinginan untuk melanjutkan studi ke jenjang S3 terus bergelayut, jiwa rasanya haus dengan ilmu ilmu baru, tantangan baru dan orang orang baru. Langkah pertama untuk memenuhi keinginan saya adalah menentukan tempat kuliah dan hunting beasiswa. Bukan perkara mudah mencari tempat kuliah apalagi hunting beasiswa. Bersyukur saya memiliki network di beberapa negara tujuan studi, salah satunya Belanda. Setelah beberapa kali diskusi tentang tema riset dengan calon promotor, akhirnya saya pun mendapatkan Letter of Acceptance.

Tahap yang seru kedua adalah hunting beasiswa. Berbekal LoA saya mulai membuat list beasiswa yang ditawarkan. Saya mempelajarinya dan mencari peluang terbaik yang sesuai untuk kriteria saya, yang bukan dosen, bukan PNS, dan bukan fresh graduate. Beberapa tawaran beasiswa yang berasal dari negeri orang nampak dikemas dengan bagus, informasi yang ditayangkan dalam website sangat runtut dan mudah dipahami. Banyak diantaranya yang telah beroperasi  sejak puluhan tahun yang lalu. Namun, ada satu beasiswa anak negeri yang menarik saya, yaitu LPDP.

LPDP singkatan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan. Lembaga ini merupakan konsorsium antara tiga kementerian RI, yaitu Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama. Trio ini cukup unik, ketika pendidikan di back up oleh agama maka yang terjadi adalah keseimbangan, keseimbangan akan semakin konstan ketika di dukung oleh keuangan yang kuat dan mapan. Kebimbangan mulai hadir. Sekolah diluar negeri itu tidak seindah yang dibayangkan orang orang. Sebelumnya aku pernah menjalaninya di Amerika serikat, dan tangisan disertai emosi dicampur aduk setiap hari. Kala itu saya mendapatkan beasiswa yang cukup dari lembaga asing Non pemerintahan AS, itu saja rasanya sudah nano nano. Apalagi jika terbang dengan beasiswa mepet seperti yang dialami teman teman penerima DIKTI.  Namun, tekad saya sudah bulat, demi sebuah pencapaian yang lebih baik dan demi ilmu pengetahuan saya ingin terus belajar dan tidak ada salahnya untuk mencoba melamar LPDP. Akhirnya saya coba untuk melamar beasiswa LPDP ini.

Kurang lebih satu bulan sejak saya mendaftar pengumuman sudah diberitahukan lolos administrasi, kemudian satu minggu sesudah tes wawancara pengumuman juga sudah diterbitkan, pasca hasil test wawancara kami diminta mengikuti Pelatihan Kepemimpinan (P.K). PK Ini merupakan salah satu tahapan akhir penerima beasiswa. Keikutsertaan dalam PK menjadi penentu terakhir apakah peserta bisa mendapatkan beasiswa. Saya bersyukur akhirnya saya lolos dalam PK ini, bahkan saya menemukan super team, MALEO, sebagai kelompok terbaik dalam PK ini mengalahkan tujuh kelompok lainnya. Saya masuk dalam angkatan tujuh dalam PK ini.

Tulisan ini sudah saya ketik sejak 1 tahun sebelum diterbitkan. Paragraph ini baru saja saya buat. Saat ini saya sudah menjalani kehidupan di Belanda dengan bantuan pemerintah Indonesia melalui LPDP. Hari hari tetap nano nano, tetapi Alhamdulillah Lpdp memenuhi janjinya untuk selalu mengirimkan dana tepat waktu dan memberikan support pada tambahan pendanaan lainnya seperti riset, conference, publikasi jurnal dan buku.

Saya berdoa semoga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar nantinya. Dengan menyekolahkan sebanyak banyaknya anak anak bangsa untuk ditempa di tingkat internasional dan kembali ke tanah air membangun negeri. Saya sudah berjanji di dalam hati ingin menjadi bagian itu, jikalau tidak maka hutang ini harus dibayar dengan pengabdian dalam bentuk lainnya. Semoga ada kesempatan membayarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s