Cara baca mana lebih ramah lingkungan? baca dengan buku kertas atau e-book

Posted on Updated on

Membaca telah menjadi kebutuhan manusia yang paling utama, tidak ada hari tanpa membaca. Sejak manusia mulai menggoreskan gambar dan huruf maka proses komunikasi tersebut dapat abadi dalam masanya. Dengan semakin canggihnya teknologi akhir akhir ini keberadaan e-book atau bacaan elektronik dengan gadjet seperti tablet, komputer atau smartphone menawarkan beragam pilihan dengan tingkat fleksibilitas yang berbeda. Asal ada baterai, para pembaca bisa menikmati berbagai macam informasi dan buku yang mewarnai hari mereka. Banyak orang berpendapat bahwa dengan adanya e-book maka akan mengurangi penggunaan kertas atau istilahnya hemat kertas sehingga lebih ramah lingkungan. Tetapi kemudian timbul pertanyaan dalam benak saya, benarkah jika dengan e-book akan lebih menyelamatkan lingkungan dari pada membaca dengan kertas.

Kertas membutuhkan pohon sebagai bahan dasar pembuatannya. Hutan harus ditebang untuk memenuhi kebutuhan bahan dasar kertas tersebut. Kemudian dalam prosesnya diperlukan energi untuk cetak dan mengirimkannya pada pembaca dalam hal ini konsumen. Demikian halnya dengan buku elektronik, memerlukan banyak material untuk bisa memproduksi sebuah gadget, mendistribusikannya dan bahkan sekedar menghidupkannya. Metode membaca manakah yang sebenarnya lebih hemat?
Untuk menjawab ini mari kita lihat dari uraian berikut. Kozak (2003) melakukan riset dengan membandingkan dampak lingkungan antara buku cetak dan buku elektronik. Hasil risetnya, dalam jangka waktu 5 tahun buku elektronik berpotensi menggunakan energi lebih rendah dan lebih sedikit memberikan tekanan pada lingkungan dalam hal; penggunaan energi, GHG emission, penggunaan air dan oksidasi. Kendati demikian asumsi yang ia gunakan adalah jika buku cetak dimiliki dan digunakan sekali oleh satu orang saja selama keberadaan buku tersebut. Jika buku cetak di gunakan kembali, baik olehnya maupun oleh orang lain maka dampaknya bisa berkurang.
Selain itu ada juga study LCA (Lifecycle analysis) yang dilakukan oleh William (2009). Ia meneliti penggunaan buku elektronik selama empat tahun dan per hari dibaca selama dua jam menghasilkan gas emisi yang cukup untuk memproduksi dan membuang 115 buku cetak.

Nah, melihat dua hasil studi tersebut nampaknya belum ada titik temu manakah diantara buku elektronik dan buku cetak yang lebih r
amah lingkungan. Namun demikian, masing masing produsen baik buku cetak maupun buku elektronik terkadang menggunakan hasil studi di satu pihak saja yang mendukung pendapat mereka, sehingga menggiring opini calon pembelinya. Jadi bagaimana dong? selama belum ada riset lain yg mendukung salah satu statement mari kita berhemat.

 
Kozak, G. (2003). Printed Scholarly Books and E-book Reading Devices: A Comparative Life Cycle Assessment of Two Book Options. Center for Sustainable Systems, University of Michigan.

Williams, A. (2009a). Books vs. eBooks—A life cycle comparison. Sustainable Electronics Initiative Blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s