Tips menyusun Literature Review

Posted on Updated on

IMG_2987Dear all, disini saya ingin menuliskan beberapa tips cara menyusun literature review. Kenapa saya menulis di blog saya? Bukan bermaksud menggurui, tetapi sebenarnya saya sedang menuliskannya untuk diri saya sendiri yang sedang mumet juga dg literature review hehe. Sekiranya bermanfaat bagi para pembaca ya syukur semoga jadi pahala buat saya.

Apakah literature review itu? 

Sebuah literature review adalah akun dari tulisan yang sudah pernah di terbitkan oleh peneliti atau akademisi. Biasanya literature review dimuat dalam bagian pendahuluan jika tulisan berbentuk esay, laporan penelitian atau tesis. Dalam menulis literature review tujuan anda adalah untuk meyakinkan pembaca tentang ide dan gagasan tulisan anda yang akan diketengahkan dalam penelitian, apakah kekurangan dari riset anda dan kelebihan dari riset anda dibandingkan riset riset lainnya yang pernah ada sebelumnya. Sebagai sebuah karya tertulis, tentu saja LR tidak bisa asal susun, tempel sana tempel sini, namun harus ada alur yang halus sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Paling tidak anda harus memulainya dengan tujuan dari penelitian anda, masalah dan isu yang akan didiskusikan di dalam tulisan dan argumen atau pendapat apa yang akan ketengahkan. Ini bukan hanya urut urutan tetapi harus diuraikan dalam bentuk paragraph yang menarik dan mengalir.

Kegunaan menulis LR selain akan memperluas cakupan pengetahuan bagi kita yang hendak menulis, juga akan mengasah kemampuan kita untuk: mencari informasi dan melakukan taksiran kritis. Begini, mencari informasi itu ada seninya dan ada caranya. Kita tidak bisa asal comot informasi. Semestinya sebagai seorang peneliti kita harus yakin bahwa apa yang kita quote tersebut adalah berasal dari penerbitan yang terpercaya, misalnya jurnal, buku, laporan penelitian, proseding seminar, majalah dsb. Perlu anda tahu bahwa masing masing sumber LR itu pun masih harus dilihat siapa yang menulis dan tahun berapa penulisannya. Literature yang terlalu tua harus juga kita waspadai, karena jangan jangan penelitian yang lebih baru sudah tersedia di publikasi lainnya. Kita harus pinter pinter mencari informasi. Sedangkan, melakukan taksiran kritis yang dimaksud adalah, kita harus punya prinsip dasar apa apa yang akan dimasukan dalam literature review. Setelah mengumpulkan ratusan literature yang serupa, bagaimana kita akan memilih dan memilahnya, mana yang terkait dan mana yang tidak. Inilah PR yang luar biasa bikin rambut rontok dan gigi senut senut.. hehe. Kita harus mengerti betul apa yang kita baca, menempatkannya pada posisi yang mana, diskusi apa yang dibangun oleh literature tersebut dan mana mana yang bisa dikelompokkan. Kebayang kan?

Dalam menyusun LR kita semestinya bisa melakukan pengorganisatian materi sesuai dengan pertanyaan penelitian yang tadi sudah diutarakan di depan. Jangan asal masukan teori yang justru malah mematahkan atau sudah menjawab pertanyaan penelitian kita. Ingat loh…. LR itu bukan cuma soal definisi konsep a, konsep b… tetapi juga diskusi apa yang sudah dibangun dari konsep konsep yang diperkenalkan tersebut. Lalu ide baru kita masukan dari konsep konsep yang sebelumnya belum dikemukakan atau sudah dikemukakan untuk kita kritisi. Dalam LR kita harus mampu melalukan sintesis, mengindetifikasi kontroversi yang ada antar satu literature dan literature yang lain dan dari dasar dasar itu kita formulasikan pertanyaan apa yang mendasar yang belum terjawab dari literature yang ada.

Lebih gampangnya gini deh, kalau sampeyan mau menyusun LR tanyakan pada diri seperti ini:

  1. Apakah masalah khusus atau pertanyaan penelitian khusus dimana LR membantu mendefinisikan?
  2. LR macam apa yang akan saya susun? LR tentang teori, metodologi, kebijakan, riset kuantitatif, atau riset kualitatif
  3. Sejauh apa scope nya? apakah cukup jurnal, buku, dokumen pemerintah, media populer; apakah batasan disiplin ilmu yang perlu saya kaji misalnya psikologi, kedokteran, hukum… (krn mungkin saja ada literature dari bidang ilmu lain yang saling berkaitan)
  4. Seberapa luas dan bagus literature yang sudah saya kumpulkan? haruskah saya terus mencari dari mana mana, kapan saatnya saya berhenti mencari dan membaca lalu menuliskannya, apakah terlalu sempit, apakah terlalu luas, ataukah terlalu banyak dan terlalu sedikit?
  5. Apakah LR yang saya susun sudah cukup kritis, bagian manakah yang perlu di kritisi, apakah ada orang lain yang sudah mengkritisnya? Apakah saya sudah memunculkan kekurangan dan kelebihannya? bagaimana saya tahu kekurangan dan kelebihannya?
  6. Apakah saya sudah mengutip juga LR yang bertentangan dengan konsep dan ide saya supaya lebih seimbang?
  7. Jika pembaca membaca LR saya, apakah mereka paham atau bingung atau cukup berguna bagi mereka?

Nah, habis bertanya pada diri sendiri sekarang ini ada tips untuk bertanya pada buku atau jurnal dsb yang akan ada kutip:

  1. Si penulis buku ini sudah menyampaikan masalahnya belum? dimana dan apa?
  2. Apakah tulisannya ini sudah jelas misalnya; skopenya, relevansinya?
  3. Kalau sudah, apakah mungkin masalah ini bisa dikerjakan atau diselesaikan dengan pendekatan yang lain?
  4. Apa sih orienteasi dari si penulis? alias maunya apa?
  5. Gimana sih si penulis mengkerangkai pikirannya, dari mana dia masuk ?
  6. Apa hubungannya antara kerangka pikir yang dia bangun dan perspektiv penelitian yang dia susun?
  7. Apakah penulisnya mengevaluasi LR juga? gimana caranya dia mengevaluasinya?
  8. Seberapa bagus komponen dari design risetnya, misalnya soal datanya, sampelnya, intervensi yg dilakukan, seberapa akurat, apakah analisinya relevan, apakah kesimpulannya nyambung dengan ide yang dia mau gagas
  9. Seberapa meyakinkankah tulisan dari buku/jurnal dsb tersebut? apakah dia sendiri ragu dg hasilnya, apakah dia menggunakan retorika, emosi dan pembuktian sepihak saja. Ini penting untuk mengetahui sejauh mana riset itu memiliki kepentingan.
  10. Bagaimana penulis menstrukturkan argumennya, logis atau tidak, sebab-akibat, atau alur sejarah.
  11. Seberapa berguna hasilnya? apakah untuk akademik dan konsep saja atau juga aplikasi nya langsung, kekurangannya dan kelebihannya apakah sudah di tuangkan dalam literature tsb
  12. Yang terakhir… apakah tulisan mereka itu berhubungan dengan tulisan yang sedang kamu tulis?

Kemudian saya mau pesan buat para pembaca yang sedang akan nulis Literature Review. Ketahuilah bahwa LR itu tidak hanya menyusun siapa dan apa yang sudah ditulis para peneliti/akademisi sebelumnya, enggak gitu. Tetapi kita harus bisa menyusunnya berdasarkan tema tema yang akan dibangun dalam tulisan kita. Akan buruk kalau cuma bilang, si A nulis gini… si B nulis gini… tetapi harus saling berkaitan. Misalnya, saya punya pendapat tentang konsep X yang karena Y maka menjadi R, tetapi tertanya si Mr.A sudah menulis begini, dan Mr. B nulis begini.

Dalam LR sebaiknya ada sub bab yang dikelompokkan berdasarkan cakupan dari kajian. Ini juga lumayan memeras otak, karena kita harus sudah menguasai scope riset kita sendiri sehingga bisa membagi baginya dalam sub bab yang lebih detil. Last but not least gitu aja dulu tulisan saya di hari senin ini sebagai kick off minggu ini biar semangat.

Tulisan ini diambil dari Dena Taylor, Director Health Sciences Writing Centre and MargaretProcter, U of T Coordinator of Writing Support (University of Toronto)

Selamat berkarya….

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s